Ribuan Warga di Pacitan Alami Gangguan Kesehatan Jiwa, Perlu Perhatian Bersama

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, Oktober 28, 2026

GrinduluFM Pacitan -Ribuan warga di Pacitan alami gangguan kesehatan jiwa. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena membutuhkan penanganan medis, dukungan keluarga, serta peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan mental kepada masyarakat.

Gangguan kesehatan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, menjalin hubungan sosial, hingga menjalankan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Penanganan yang tepat  diperlukan agar warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan.

Sementara warga di Pacitan yang sudah masuk kategori Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, mencapai angka 973 orang.

Dokter Daru Mustiko Aji menjelaskan, ODGJ itu individu yang telah mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, bipolar, atau depresi berat dengan gejala serius seperti halunisasi, delusi, atau perilaku membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Diperkirakan kalau warga yang alami gangguan kesehatan jiwa (ODMK) lebih banyak bisa mencapai ribuan.

ODMK merupakan individu yang mengalami masalah kejiwaan ringan hingga sedang, seperti stress berat akibat tekanan sosial, kecemasan, trauma, atau depresi ringan. Orang dengan kategori ini belum menunjukan gejala gangguan jiwa berat dan umumnya masih bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan bantuan dukungan sosial.

“ODMK berisiko menjadi ODGJ apabila tidak ditangani dengan tepat sejak dini,”jelas dr Daru.

Selain pengobatan dan pendampingan tenaga kesehatan, dukungan dari keluarga serta lingkungan sekitar juga berperan penting dalam proses pemulihan.

Pemerintahd aerah melalui instansi terkait diharapkan terus memperkuat pelayanan kesehatan jiwa mulai dari deteksi dini, pemeriksaan medis, pendampingan pasien, hingga pemantauan kondisi warga yang membutuhkan.

“Merujuk beberapa faktor yang mempunyai pengaruh besar antara lain faktor tekanan ekonomi maupun sosial, faktor genetic dan trauma,”terang dr Daru.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 10.52
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03