GrinduluFM Pacitan -Ribuan warga di Pacitan alami gangguan kesehatan jiwa. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena membutuhkan penanganan medis, dukungan keluarga, serta peran aktif pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kesehatan mental kepada masyarakat.
Gangguan kesehatan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang tidak boleh
dipandang sebelah mata. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang
dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, menjalin hubungan sosial, hingga
menjalankan peran di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Sementara warga di Pacitan yang sudah masuk kategori Orang Dengan
Gangguan Jiwa (ODGJ) menurut data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, mencapai
angka 973 orang.
Dokter Daru Mustiko Aji menjelaskan, ODGJ itu individu yang telah
mengalami gangguan jiwa berat seperti skizofrenia, bipolar, atau depresi berat
dengan gejala serius seperti halunisasi, delusi, atau perilaku membahayakan
diri sendiri dan orang lain.
Diperkirakan kalau warga yang alami gangguan kesehatan jiwa (ODMK)
lebih banyak bisa mencapai ribuan.
ODMK merupakan individu yang mengalami masalah kejiwaan ringan hingga
sedang, seperti stress berat akibat tekanan sosial, kecemasan, trauma, atau
depresi ringan. Orang dengan kategori ini belum menunjukan gejala gangguan jiwa
berat dan umumnya masih bisa menjalani kehidupan sehari-hari dengan bantuan
dukungan sosial.
“ODMK
berisiko menjadi ODGJ apabila tidak ditangani dengan tepat sejak dini,”jelas dr
Daru.
Selain pengobatan dan pendampingan tenaga kesehatan, dukungan dari
keluarga serta lingkungan sekitar juga berperan penting dalam proses pemulihan.
Pemerintahd aerah melalui instansi terkait diharapkan terus memperkuat
pelayanan kesehatan jiwa mulai dari deteksi dini, pemeriksaan medis,
pendampingan pasien, hingga pemantauan kondisi warga yang membutuhkan.
“Merujuk beberapa faktor yang mempunyai pengaruh besar antara lain
faktor tekanan ekonomi maupun sosial, faktor genetic dan trauma,”terang dr
Daru.
Reporter:Asri

