GrinduluFM Pacitan -Kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi masih kerap terabaikan. Padahal perempuan usia produktip di Pacitan tidak sedikit yang menjadi pasien di rumah sakit umum daerah dr Darsono Pacitan, dengan hasil rekam medis alami gangguan kesehatan rahim.
“Terbanyak dari data kunjungan poli obsgin terkait penyakit reproduksi adalah Kista Ovarium kemudian kanker rahim dan atau servik, Infeksi, endometriosis, jamur serta kelainan menstruasi,”ungkap dr Johan TP Direktur RSUD dr Darsono, Pacitan.
Perempuan rentan kena penyakit gangguan kesehatan reproduksi ikut dikuatkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr Daru Mustiko Aji melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pacitan, Nunuk Irawati sekaligus Koordinator CKG Kabupaten Pacitan.Menurut Nunuk, masih banyak perempuan di Pacitan yang takut lakukan
pemeriksaan kesehatan rahim. Masih butuh motivasi keberanian bagi perempuan
untuk lakukan pemeriksaan kesehatan rahim.
“Kita sasar 200 perempuan usia produktip untuk Cek Kesehatan Gratis
(CKG). Dari hasil pemeriksaan kita temukan adanya infeksi belum pada tingkatan
kanker rahim ganas. Meski begitu ayo perempuan di Pacitan jangan takut CKG
rahim agar bisa dicegah dini,”ujar Nunuk.
Selama ini petugas dinas kesehatan yang lebih proaktip ngoprak-ngoprak
lakukan CKG. Kedepan harapan Nunuk para perempuanlah yang berinisiatip datang
sendiri ke layanan kesehatan.
Program CKG kesehatan rahim menjadi salah satu langkah untuk
meningkatkan akses perempuan terhadap layanan kesehatan sekaligus mendorong
deteksi dini penyakit yang kerap tidak menunjukan gejala pada tahap awal.
Kanker leher rahim atau serviks merupakan salah satu penyakit yang
perlu diwaspadai perempuan.
“Penyakit ini umumnya berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus
(HPV) yang persisten.”pungkas Nunuk.
Reporter:Asri

