GrinduluFM Pacitan - Kasus perampokan di sebuah toko emas hingga kini belum juga terungkap. Lebih dari tiga tahun berlalu sejak peristiwa tersebut terjadi, aparat kepolisian masih mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Kapolres Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar membenarkan belum terungkapnya
pelaku perampokan toko emas di Kecamatan Donorojo tersebut.
Menurut Kapolres
Ayub, kasus tersebut menjadi beban tersendiri bagi jajaran kepolisian. Ia
mengaku kerap sulit tidur karena terus memikirkan berbagai langkah mengungkap
pelaku dan meyelesaikan kasus tersebut.
“Terus terang,
saya sampai tidak bisa tidur. Pikiran saya terus tertuju pada bagaimana kasus
ini bisa segera terungkap,”tutur Kapolres.
Sementara
masyarakat juga berharap polisi segera menemukan titik terang dan menangkap
para pelaku bersenajata api tersebut.
Meski menghadapi
berbagai kendala, Kapolres menegaskan jajarannya tidak tinggal diam. Tim
penyidik dan personel terkait terus bekerja mengumpulkan informasi, mendalami
keterangan, serta menelusuri berbagai petunjuk yang berkaitan dengan peristiwa
perampokan tersebut.
“Kami tidak akan
berhenti bekerja. Mohon doa dan dukungan masyarakat agar kasus ini bisa segera
terungkap,”tegasnya.
Sementara
terkait kasus rumah milik Nenek Mesirah (64) Dusun Mloko, Desa Kalikuning,
Kabupaten Pacitan, diduga menjadi sasaran pencurian saat ditinggal pemiliknya
menghadiri acara hajatan pernikahan pada Kamis, 30 Juli 2026, yang korbannya
alami kerugian ratusan juta juga masih belum terungkap.
“Hingga kini,
penyelidikan masih terus berlangsung. Polisi memastikan pelaku apabila telah
berhasil diidentifikasi dan diamankan,”pungkasnya.
Repoerter:Asri

