Hal itu ditegaskan terkait adanya
laporan mendadak lima ekor sapi dan tiga ekor kambing di Dusun Janglot, Desa
Pelem, Kecamatan Pringkuku, dipastikan akibat antraks. Pemerintah
Kabupaten Pacitan kini memusatkan penanganan di wilayah tersebut untuk mencegah
penyebaran penyakit ke kawasan peternakan lainnya.
Jika ternak yang sakit tersebut
tenryata positif anthraks, proses penyembelihan justru akan membuka ruang bagi
bakteri untuk membentuk spora dan mencemari lingkungan sekitar serta beresiko
tinggi menular ke manusia.
“Warga kita minta tenang namun
selalu waspada dalam membeli daging. Pastikan membeli daging yang berasal dari
rumah pemotongan hewan (RPH),”ujar Sugeng Santoso Kepala Dinas Ketahanan Pangan
dan Pertanian, Pacitan, Jumat (`19/6/26).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan
Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, menjelaskan upaya penanganan dan antisipasi
oleh petugas kesehatan hewan bersama dokter hewan dari BBVet Wates dan
perangkat desa setempat.
“Pelayanan kesehatan hewan di
wilayah terdampak sudah berjalan sejak pekan lalu dan akan terus
dilanjutkan,”jelastnya.
Sugeng berharap peternak lebih
aktif memanfaatkan program pelayanan kesehatan hewan yang disediakan pemerintah
sehingga kondisi kesehatan dan kekebalan ternak dapat terus ditingkatkan.
“Petugas saat ini fokus melakukan
desinfeksi kandang dan lingkungan, pemberian vitamin, serta pengobatan terhadap
ternak yang masih hidup.”tutup Sugeng.
Reporter:Asri

