Ternak Mati Misterius Dipastikan Anthraks, Masyarakat Diingatkan Hilangkan Tradisi Nyembelih Hewan Ternak Sekarat

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Juni 19, 2026

GrinduluFM Pacitan - Warga masyarakat Pacitan diingatkan untuk menghilangkan tradisi mbranding yaitu perilaku menyembelih dan mengkonsumsi hewan ternak yang sudah sakit atau sekarat demi menghindari kerugian finansial.

Hal itu ditegaskan terkait adanya laporan mendadak lima ekor sapi dan tiga ekor kambing di Dusun Janglot, Desa Pelem, Kecamatan Pringkuku, dipastikan akibat antraks. Pemerintah Kabupaten Pacitan kini memusatkan penanganan di wilayah tersebut untuk mencegah penyebaran penyakit ke kawasan peternakan lainnya.

Jika ternak yang sakit tersebut tenryata positif anthraks, proses penyembelihan justru akan membuka ruang bagi bakteri untuk membentuk spora dan mencemari lingkungan sekitar serta beresiko tinggi menular ke manusia.

“Warga kita minta tenang namun selalu waspada dalam membeli daging. Pastikan membeli daging yang berasal dari rumah pemotongan hewan (RPH),”ujar Sugeng Santoso Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Pacitan, Jumat (`19/6/26).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, menjelaskan upaya penanganan dan antisipasi oleh petugas kesehatan hewan bersama dokter hewan dari BBVet Wates dan perangkat desa setempat.

“Pelayanan kesehatan hewan di wilayah terdampak sudah berjalan sejak pekan lalu dan akan terus dilanjutkan,”jelastnya.

Sugeng berharap peternak lebih aktif memanfaatkan program pelayanan kesehatan hewan yang disediakan pemerintah sehingga kondisi kesehatan dan kekebalan ternak dapat terus ditingkatkan.

“Petugas saat ini fokus melakukan desinfeksi kandang dan lingkungan, pemberian vitamin, serta pengobatan terhadap ternak yang masih hidup.”tutup Sugeng.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 12.09
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03