Selingkuh Tetap Bertengger di Posisi Kedua Pemicu Cerai, Masalah Finansial Masih Urutan Pertama

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Juni 19, 2026

GrinduluFM Pacitan - Masalah finansial atau ekonomi tetap bertengger di posisi pertama sebagai penyebab utama perceraian, disusul ketat oleh kasus perselingkuhan diurutan kedua.

Humas Pengadilan Agama Pacitan, Achmad Ubaidillah mengungkapkan bahwa mayoritas perkara yang diterima didominasi oleh perkara cerai gugat, atau gugatan yang diajukan oleh pihak istri.

“Pemicu yang paling banyak masalah ekonomi betengger diposisi pertama terus tiap tahunnya disusul urutan kedua perselingkuhan,”ungkap Ubaidillah, Jumat (19/6/2026).

Angka perceraian di Kabupaten Pacitan menunjukkan tren meningkat pada 2026. Hingga 17 Juni 2026, Pengadilan Agama (PA) Pacitan mencatat 594 perkara perceraian. Jumlah itu naik 21 perkara dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 573 perkara.

Juru Bicara Pengadilan Agama Pacitan Ahmad Ubaidillah mengatakan kenaikan tersebut menjadi sinyal adanya persoalan yang masih membelit kehidupan rumah tangga masyarakat.

“Per 19 Juni tahun ini ada 594 perkara perceraian. Pada periode yang sama tahun lalu ada 573 perkara, jadi ada kenaikan 21 perkara,” kata Ubaidillah.

Ubaidillah menuturkan untuk angka  pengajuan cerai ASN, TNI POLRI justru mengalami penurunan. Dari Januari hingga Juni 2025, yang masuk 10 perkara. Adapun Januari hingga Juni 2026, yang masuk baru 5 perkara.

Pihak Pengadilan Agama Pacitan mengupayakan proses mediasi di setiap awal persidangan agar pasangan suami istri bisa rujuk kembali. Namun sebagian besar perkara tetap berlanjut hingga putusan cerai karena ego masing-masing pihak dan runtuhnya komitmen pernikahan yang sudah terlampau dalam.

Pemerintah daerah dan tokoh masyarakat terus dihimbau untuk memberikan edukasi pranikah yang lebih matang guna menekan laju angka perceraian di Pacitan.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 12.07
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03