Gempa! Gempa besar! Lindungi kepala cari tempat aman!’ seru seorang
perawat dengan nada tegas namun tenang, menepis kepanikan yang nyaris menyergap
seisi ruangan.
Sementara tim evakuasi lainnya bergerak cepat mendorong tempat tidur
pasien kritis menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan. Namun, ini bukan
bencana alam sungguhan. Ini bagian dari Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa
Bumi Megathrust dan Tsunami yang digelar oleh RSUD dr Darsono Pacitan.
Tidak berlebihan simulasi tersebut dilakukan mengingat posisi
geografis Pacitan yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif di
Samudera Hindia.
“Simulasi ini merupakan scenario riil dan kebutuhan mutlak untuk
bertahan hidup atau menyelamatkan nyawa di zona merah gempa dan tsunami,”ujar
Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto.
Tidak hanya itu saja, simulasi tanggap darurat kebakaran menjadi
puncak kegiatan In House Training (IHT) RSUD dr Darsono Pacitan.
Ketua Emergency Medical Team (EMT) RSUD dr Darsono Pacitan, dr. Netty
Nurnaningtyas, Sp.EM., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan
kemampuan seluruh sumber daya rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat
bencana.
"Sejak kemarin seluruh karyawan sudah mengikuti pelatihan. Hari
ini merupakan puncaknya, yaitu simulasi penanggulangan bencana dan respons
tanggap darurat terhadap gempa bumi, tsunami, dan kebakaran," kata dr.
Netty.
Skenario riil menyelamtakan nyawa di zona merah simulasi melibatkan
590 petugas. Mereka wajib memahami sistem komando, prosedur evakuasi, hingga
mekanisme penanganan pasien dalam kondisi darurat.
Simulasi riil menyelamatkan nyawa di detik-detik krusial terjadinya
gempa megatrush dalam ruang tertutup dan gedung bertingkat yang tidak sedikit
pasien kelompok rentan melibatkan Badan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan.
Simulasi kali ini dirancang mendekati realitas pahit jika gempa
megatrush benar-benar terjadi.
Salah satu drama paling menegangkan dalam simulasi ini terjadi di
ruang instalasi bedah. Dokter dan piƱata anestesi di skenariokan sedang
melakukan tindakan operasi saat gempa bermagnitudo besa mengguncang. Disinilah
mentalitas Hospital Disaster Plan (HDP) diuji.
Mengapa Pacitan harus selalui siap kata Erwin Adriatmoko Kepala BPBD
Pacitan, secara historis dan geografis, Kabupaten Pacitan memiliki garis pantai
yang panjang dan berada di dekat Zona megathrust yang menyimpan potensi gempa
bumi besar berkekuatan hingga Mw8,7 hinggaMW8,9.
Sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama RSUD Pacitan tidak boleh
lumpuh saat bencana melanda.
“Rumah sakit justru harus menjadi benteng terakhir yang tetap berdiri
untuk merawat para korban.”tutup Ketua BPBD Pacitan.
Reporter:Asri

