Menjinakan Kepanikan Pasien, Catatan dari Simulasi Gempa Megathrust RSUD Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Juni 19, 2026

GrinduluFM Pacitan -Suara sirine berkekuatan tinggi tiba-tiba memecah keheningan bangsal perawatan RSUD dr Darsono Pacitan pada Hari Kamis 18 Juni 2026, lantai seolah bergoyang hebat. Dalam hitungan detik, situasi yang tenang berubah menjadi ketegangan yang terukur.

Gempa! Gempa besar! Lindungi kepala cari tempat aman!’ seru seorang perawat dengan nada tegas namun tenang, menepis kepanikan yang nyaris menyergap seisi ruangan.

Sementara tim evakuasi lainnya bergerak cepat mendorong tempat tidur pasien kritis menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan. Namun, ini bukan bencana alam sungguhan. Ini bagian dari Simulasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Megathrust dan Tsunami yang digelar oleh RSUD dr Darsono Pacitan.

Tidak berlebihan simulasi tersebut dilakukan mengingat posisi geografis Pacitan yang berhadapan langsung dengan zona subduksi aktif di Samudera Hindia.

“Simulasi ini merupakan scenario riil dan kebutuhan mutlak untuk bertahan hidup atau menyelamatkan nyawa di zona merah gempa dan tsunami,”ujar Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto.

Tidak hanya itu saja, simulasi tanggap darurat kebakaran menjadi puncak kegiatan In House Training (IHT) RSUD dr Darsono Pacitan.

Ketua Emergency Medical Team (EMT) RSUD dr Darsono Pacitan, dr. Netty Nurnaningtyas, Sp.EM., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan seluruh sumber daya rumah sakit dalam menghadapi situasi darurat bencana.

"Sejak kemarin seluruh karyawan sudah mengikuti pelatihan. Hari ini merupakan puncaknya, yaitu simulasi penanggulangan bencana dan respons tanggap darurat terhadap gempa bumi, tsunami, dan kebakaran," kata dr. Netty.

Skenario riil menyelamtakan nyawa di zona merah simulasi melibatkan 590 petugas. Mereka wajib memahami sistem komando, prosedur evakuasi, hingga mekanisme penanganan pasien dalam kondisi darurat.

Simulasi riil menyelamatkan nyawa di detik-detik krusial terjadinya gempa megatrush dalam ruang tertutup dan gedung bertingkat yang tidak sedikit pasien kelompok rentan melibatkan Badan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan.

Simulasi kali ini dirancang mendekati realitas pahit jika gempa megatrush benar-benar terjadi.

Salah satu drama paling menegangkan dalam simulasi ini terjadi di ruang instalasi bedah. Dokter dan piƱata anestesi di skenariokan sedang melakukan tindakan operasi saat gempa bermagnitudo besa mengguncang. Disinilah mentalitas Hospital Disaster Plan (HDP) diuji.

Mengapa Pacitan harus selalui siap kata Erwin Adriatmoko Kepala BPBD Pacitan, secara historis dan geografis, Kabupaten Pacitan memiliki garis pantai yang panjang dan berada di dekat Zona megathrust yang menyimpan potensi gempa bumi besar berkekuatan hingga Mw8,7 hinggaMW8,9.

Sebagai fasilitas kesehatan rujukan utama RSUD Pacitan tidak boleh lumpuh saat bencana melanda.

“Rumah sakit justru harus menjadi benteng terakhir yang tetap berdiri untuk merawat para korban.”tutup Ketua BPBD Pacitan.

Reporter:Asri

 

 

Blog, Updated at: 10.55
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03