Larung Sesaji Suroan Tetap Dilestarikan di Era Generasi Beta

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Juni 19, 2026

GrinduluFM Pacitan -Tradisi larung sesaji masih terus dilaksanakan oleh masyarakat pesisir Pacitan setiap datangnya  bulan Suro meskipun dunia telah memasuki era Generasi Beta.

Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi tidak serta-merta menghilangkan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Ratusan warga tampak berkumpul di kawasan pantai tamperan untuk mengikuti prosesi larung sesaji yang berlangsung khidmat.

Dalam prosesi tersebut, sebuah buceng atau tumpeng berukuran besar yang berisi berbagai hasil bumi dan hasil laut diarak oleh warga menuju pantai. Setelah melalui rangkaian doa bersama yang dipimpin tokoh agama dan sesepuh adat, buceng kemudian dilarung ke tengang laut menggunakan perahu nelayan.

Pemerintah daerah turut mendukung pelestarian tradisi larung buceng sebagai warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat pesisir Pacitan dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumambrah saat acara Festival Nelayan 2026 sekaligus dalam peringati Tahun Baru Hijriyah 1446 H di UPT Pelabuhan Tamperan, Senin (15/6).

“Mari kita jaga laut, hindari ilegal fishing agar tidak menghancurkan habitat laut,”katanya.

Kabupaten Pacitan memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar dan prospektif. Garis pantai sepanjang 70 mil membentang di 7 Kecamatan dan 26 Desa. Potensi sumber daya ikannya sangat beraneka ragam.

“Jaman pasti akan mengalami perubahan akan tetapi budaya jangan sampai berubah,”kata sesepuh nelayan Imam Haryono.

Reporter:Asri

 

 

 

Blog, Updated at: 12.48
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03