GrinduluFM Pacitan -Tradisi larung sesaji masih terus dilaksanakan oleh masyarakat pesisir Pacitan setiap datangnya bulan Suro meskipun dunia telah memasuki era Generasi Beta.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi tidak
serta-merta menghilangkan nilai-nilai tradisi yang diwariskan secara
turun-temurun.
Ratusan warga tampak berkumpul di kawasan pantai tamperan untuk
mengikuti prosesi larung sesaji yang berlangsung khidmat.
Pemerintah daerah turut mendukung pelestarian tradisi larung buceng
sebagai warisan budaya yang mencerminkan identitas masyarakat pesisir Pacitan
dan juga sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bupati
Pacitan Gagarin Sumambrah saat acara Festival Nelayan 2026 sekaligus dalam
peringati Tahun Baru Hijriyah 1446 H di UPT Pelabuhan Tamperan, Senin (15/6).
“Mari kita jaga laut, hindari ilegal fishing agar
tidak menghancurkan habitat laut,”katanya.
Kabupaten Pacitan memiliki potensi kelautan dan
perikanan yang besar dan prospektif. Garis pantai sepanjang 70 mil membentang
di 7 Kecamatan dan 26 Desa. Potensi sumber daya ikannya sangat beraneka ragam.
“Jaman pasti akan mengalami perubahan akan tetapi
budaya jangan sampai berubah,”kata sesepuh nelayan Imam Haryono.
Reporter:Asri

