Penderita Thalasemia di Pacitan Capai Puluhan, Pentingnya Skrining Sebelum Nikah

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Mei 08, 2026

GrinduluFM Pacitan -Penyakit thalasemia merupakan jenis penyakit keturunan berupa kelainan sel darah merah. Hal itu yang menyebabkan penderita mengalami anemia kronis.

Penyakit ini jarang terekspose. Padahal, penderitanya di Pacitan mencapai puluhan orang. Karenanya, melalui peringatan Hari Thalasemia Sedunia yang diperingati setiap 08 Mei tersebut diharap mampu mengingatkan masyarakat tentang thalasemia.

"Bersama untuk Thalasemia, menyatukan komunitas dan memperioritaskan pasien menjadi tema peringatan Hari Thalasemia 2026," kata dr Johan Tri Putranto Dirut RSUD dr Darsono Pacitan, saat dihubungi Jumat (8/5).

Jumlah pasien thalasemia yang dilayani di RSUD dr Darsono Pacitan sepanjang 2025 hingga saat ini sebanyak 43 orang.

“Pasien mulai dari usia 1-23 tahun, 32 hingga 33 tahun, 37 hingga 38 tahun, 60 hingga 70 tahun,”sebutnya.

Yang dilakukan terkait penyakit tersebut pencegahan agar angka thalasemia tidak semakin meningkat. Salah satunya dengan skrining sebelum nikah," ujarnya.

Penyakit ini berasal dari gen pembawa sifat (talasemia minor) yang diturunkan orang tua. Karenanya, ia menyarankan seseorang dengan gen pembawa sifat tidak menikah dengan gen yang sama.

"Sebab, kemungkinan besar anak-anak mereka akan terkena terkena talasemia mayor," pungkasnya.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 15.04
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03