Penyakit ini jarang terekspose.
Padahal, penderitanya di Pacitan mencapai puluhan orang. Karenanya, melalui
peringatan Hari Thalasemia Sedunia yang diperingati setiap 08 Mei tersebut
diharap mampu mengingatkan masyarakat tentang thalasemia.
"Bersama untuk Thalasemia,
menyatukan komunitas dan memperioritaskan pasien menjadi tema peringatan Hari
Thalasemia 2026," kata dr Johan Tri Putranto Dirut RSUD dr Darsono
Pacitan, saat dihubungi Jumat (8/5).
Jumlah pasien thalasemia yang
dilayani di RSUD dr Darsono Pacitan sepanjang 2025 hingga saat ini sebanyak 43
orang.
“Pasien mulai dari usia 1-23
tahun, 32 hingga 33 tahun, 37 hingga 38 tahun, 60 hingga 70 tahun,”sebutnya.
Yang dilakukan terkait penyakit
tersebut pencegahan agar angka thalasemia tidak semakin meningkat. Salah
satunya dengan skrining sebelum nikah," ujarnya.
Penyakit ini berasal dari gen
pembawa sifat (talasemia minor) yang diturunkan orang tua. Karenanya, ia
menyarankan seseorang dengan gen pembawa sifat tidak menikah dengan gen yang
sama.
"Sebab, kemungkinan besar
anak-anak mereka akan terkena terkena talasemia mayor," pungkasnya.
Reporter:Asri

