Dihimbau Jaga Kebersihan, Virus dari Tikus Selain Leptospirosis Ada Hantavirus Yang Mematikan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, Mei 08, 2026

GrinduluFM Pacitan - Meski  hingga sekarang belum ditemukan kasus infeksi virushanta di Kabupaten Pacitan, namun warga dihimbau tetap jaga kebersihan agar terhindar dari penyakit mematikan yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk perhatian masyarakat Pacitan terhadap mewabahnya penyakit leptospirosis yang ditularkan oleh tikus pembawa bakteri, ada satu ancaman kesehatan yang nyaris tak terdengar, namun berpotensi mematikan yaitu hantavirus.

Ia tidak menyebar dari manusia ke manusia seperti influenza. Ia tidak menimbulkan wabah besar yang langsung mencuri perhatian media. Tetapi justru karena itu, hantavirus menjadi lebih berbahaya, silent threat yang bergerak perlahan di balik bayangan lingkungan kita sendiri. Dan yang lebih mengkhawatirkan populasi tikus di Pacitan musim kemarau ini semakin banyak. Bahkan tidak sedikit tikus yang beredar aktif di lingkungan rumah warga.

“Nggih perlu waspada meski di pacitan masih belum ditemukan kasusnya tapi dihimbau tetap jaga kebersihan,”kata drg Nur Farida Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan saat dikonfirmasi, Jumat (8/5/2026).

Dalam dokumen resmi Kementerian Kesehatan, hantavirus disebut sebagai zoonosis emerging, penyakit baru yang muncul dan berpotensi berkembang menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Masalahnya bukan sekadar ada atau tidaknya virus ini. Masalah utamanya adalah kita sering tidak menyadari keberadaannya.

Saat ini Dinas Kesehatan fokus mencegah penyebaran penyakit leptospirosis yang dikatakan tidak boleh dianggap remeh peningkatan kasusnya. Dinkes mencatat sebanyak 133 warga terinfeksi sejak Januari hingga April 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur Farida mengatakan meski angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025. Namun, ia menegaskan kondisi ini tidak boleh dianggap remeh. Data Dinkes menunjukkan, April 2026 menjadi 42 kasus.

“Total pasien leptospirosis dari Januari sampai April 2026 ada 133 pasien. Memang lebih rendah dibanding tahun lalu, tapi kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” ujarnya.

Hantavirus bukan ditularkan oleh nyamuk, bukan pula melalui makanan secara langsung. Ia menyebar melalui sesuatu yang sering kita anggap sepele melalui debu yang terkontaminasi kotoran tikus. Saat ini waspada bagi nelayan karena tikus pembawa virus hanta tersebut ditemukan di kapal.

Virus ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui udara yang mengandung partikel urin, feses, atau saliva tikus, kontak langsung dengan rodensia, luka terbuka pada kulit, dan permukaan yang terkontaminasi. 

“Dengan kata lain, seseorang tidak perlu digigit tikus untuk tertular. Cukup berada di lingkungan dengan manifestasi tikus dan menghirup udara yang terkontaminasi,”tutupnya.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 15.01
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03