Waspada Penyakit Kencing Tikus Naik di Awal 2026, Dinkes: Belum Genap Tiga Bulan Capai 47 Kasus

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Sabtu, April 11, 2026

GrinduluFM Pacitan - Kasus leptospirosis lebih akrab disebut penyakit kencing tikus awal tahun 2026 kembali menunjukan tren peningkatan.

Belum genap tiga bulan Januari hingga awal April 2026 tercatat total capai 47 kasus.

Dari angka tersebut sebagian penderita masih dirawat di rumah sakit maupun di klinik kesehatan dan bahkan ada yang di rujuk ke rumah sakit luar Pacitan.

Tahun ini pasien yang terindikasi leptospirosis menyebar di seluruh wilayah Kecamatan di Kabupaten Pacitan. Musim hujan yang masih berlangsung meski masuk kemarau dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit ini di berbagai wilayah.

Suka tidak suka fakta yang ada di Pacitan termasuk daerah dengan tingkat kejadian cukup tinggi, terutama saat curah hujan meningkat.

Data Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mencatat lonjakan kasus leptospirosis di Kabupaten Pacitan terjadi sejak Januari 18 kasus kemudian Februari tercatat 13 kasus selanjutnya belum genap sebulan Maret tercatat 16 kasus.

“Belum genap tiga bulan diawal tahun 2026 ini sudah tercatat total ada 47 warga terpapar penyakit yang disebabkan kencing tikus atau leptospirosis,”kata drg. Nur Farida Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit.

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, yaitu infeksi yang ditularkan dari hewan ke manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira interrogans yang banyak ditemukan pada tikus, namun juga bisa berasal dari hewan lain seperti kucing, sapi, kambing, hingga anjing.

“Bakteri ini bisa bertahan lama di saluran kemih hewan dan keluar bersama urin. Jika mencemari air atau tanah, risiko penularannya ke manusia sangat tinggi,”ujarnya.

Gejalanya yang tidak khas. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, sakit kepala, menggigil, dan nyeri otot. Namun nyeri otot pada leptospirosis umumnya terasa kuat di bagian betis, punggung, dan perut.

Pada kondisi yang lebih parah, penyakit ini dapat memicu perdarahan, gangguan fungsi hati yang ditandai dengan tubuh menguning, hingga gagal ginjal akut. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 10.32
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03