Gawat! Laki-laki Suka Sama Laki-laki Mulai Merebak di Pacitan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, April 10, 2026

GrinduluFM Pacitan - Perilaku sosial menyimpang, laki-laki suka laki-laki di Kabupaten Pacitan sudah semakin memprihatinkan. Bahkan perilaku sosial menyimpang mulai merebak di usia sekolah.

Hal itu disampaikan dr Puji Dian Cahyani Kepala Bidang PP dan PA KBPP Pacitan, Jumat (10/4/2026) dalam Rakor Komitmen Bersama Lintas Sektor untuk Pacitan Kabupaten Layak Anak. Kepada wartawan, dr Puji menyampaikan, anak melakukan perilaku sosial menyimpang diketahui pernah menjadi korban sebelumnya.

“Nyuwun sewu perilaku sosial menyimpang ini laki-laki suka laki-laki dan perempuan suka perempuan. Ini kita butuh peran masyarakat untuk ikut memantau supaya tidak semakin banyak. Di sekolah-sekolah juga semakin banyak lo,”ujarnya.

Para orang tua di Kabupaten Pacitan perlu ekstra waspada. Pasalnya, kasus yang didampingi tahun 2026 ini terdapat 6 kasus terindikasi LSL (Laki Suka Laki) diusia pelajar.

Data KBPP Pacitan untuk kasus perilaku sosial menyimpang tersebut pada tahun 2024 memang belum dimunculkan tapi ternyata di tahun 2025 sudah mulai muncul.

“Rata-rata penyebab itu dia menjadi korban dari perilaku sebelumnya. Awalnya korban menjadi pelaku,”ungkapnya.

Kondisi ini kata dr Puji, tentu saja adalah seperti fenomena gunung es, nampak di permukaan kecil namun sesungguhnya sudah sangat besar. Penyimpangan perilaku sosial dikalangan anak-anak ini menurut dr Puji, tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena yang nampak saja sudah sangat besar dan terus akan berkembang dari tahun ke tahun jika tidak segera ditangani serius.

Ironisnya, semakin merebak penyimpangan perilaku laki dengan laki terjadi di kalangan pelajar dan usia produktif di Kabupaten Pacitan. Bahkan satu diantaranya sudah terdeteksi positip HIV/AIDS.

Untuk pendampingannya pihak KBPP sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan kemudian kalau memang memerlukan pendampingan secara psikologis untuk memulihkan pandangan anak bahwa perilakunya itu salah dan berbahaya, sudah difasilitasi kerjasama dengan psikolog klinis.

“Tapi sangat disayangkan masih ada anak maupun keluarga yang tidak mau didampingi karena belum menyadari bahwa perilaku menyimpang itu berbahaya. Ini menjadi pekerjaan rumah “PR” kami bersama untuk menyadarkan keluarga bahwa perilaku sosial menyimpang itu berbahaya untuk masa depan anak,”lanjutnya.

Tidak hanya laki suka laki yang mulai merebak kasusnya di Pacitan akan tetapi kasus anak yang dieksploitasi secara seksual juga ada beberapa yang saat ini dalam pendampingan dan pengawasan KBPP.

“Jangan dikira di Pacitan itu tidak ada anak yang dieksploitasi secara seksual, ada lo beberapa kasus yang kami damping sekitar 4 kasus pada tahun 2025. Termasuk anak jadi korban pronografi tahun 2026 ini juga ada disebabkan penggunaan media sosial yang kurang bijak.”tutupnya.

Reporter:Asri

 

Blog, Updated at: 13.40
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03