Kasus Pencabulan Mendominasi, Sekolah Menjadi Tempat Kejahatan Seks Paling Banyak

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, April 14, 2026

GrinduluFM Pacitan - Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Pacitan, menerima laporan data kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak periode Januari-Maret 2026. Selama tiga bulan tersebut telah menyelesaikan 6 kasus yang di dominasi pencabulan.

Miris, para pelaku dan korban rata-rata usia dari 11 hingga 14 tahun. Dari data tersebut, jumlah anak yang menjadi korban lebih banyak ketimbang dewasa.

Sungguh terlalu, sekolah menjadi tempat paling banyak kasus kekerasan seksual. Bahkan kawasan wisata juga rentan dijadikan tempat kejahatan seksual.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Pacitan, Jayuk Susilaningtyas mengatakan tren jumlah kasus kekerasan seksual pada anak meningkat. Itu terjadi karena masyarakat kini berani melapor ke kepolisian maupun ke DPPKB dan PPPA.

“Dari enam kasus, ada 4 kasus pencabulan, dua lainnya pencabulan dan ancaman pornografi,”ucap Jayuk.

Sedangkan awal April, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bertambah 2 kasus sehingga total mencapai 8 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk laporan ke DPPKB dan PPPA.

Empat kasus kejahatan seksual terhadap anak disebutkan dilakukan di sekolah TKP berada di wilayah Bandar. Satu  kasus dilakukan di rumah pelaku TKP Kecamatan Donorojo dan satu kasus lagi di tempat wisata TKP wilayah Pringkuku.

Mengejutkan, di pacitan juga ada eksploitasi kejahatan seks. Kasus tersebut mencuat di tahun 2025 dan sudah ditangani Bidang PP dan PA Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kabupaten Pacitan

“Jangan dikira ya di pacitan tidak ada yang dieksploitasi kejahatan seks. Jadi orangtua harus bener-bener ekstra memberikan perhatian kepada putra-putrinya,”imbuhnya.

Jayuk menegaskan, pihaknya melakukan penanganan berdasarkan adanya laporan dengan memberikan pendampingan pada korban sampai rasa traumanya menghilang.

“Kita itu tidak henti-hentinya lakukan sosialisasi melalui forum anak dan kesekolah-sekolah mengedukasi melalui genre agar siswa siswi tidak menyimpang dalam perilaku sosial dan salah pergaulan.”tutupnya.

Reporter:Asri

 

Blog, Updated at: 14.23
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03