PT Pertamina dan Hiswana Migas Madiun turun langsung ke Pacitan melakukan inspeksi mendadak serta uji petik ke sejumlah agen LPG untuk memantau kelancaran stok dan distribusi.<p>
Selain sidak pangkalan dan agen, Sales Branch Manager Kediri 6 Gas PT Pertamina, Gatot Subroto, bersama Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono juga lakukan Sinergi dan Kolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pacitan (Disdagnaker Pacitan), sejumlah media, pelaku usaha dan kepolisian di ruang pertemuan DIsperindag Pacitan, Rabu (18/3/2026).<p>
“Ini
sebagai upaya kami dalam mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat akan gas
melon jelang idul fitri,”katanya.<p>
Ekstra droping atau tambahan pasokan LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Pacitan diharapkan mampu menjaga stabilitas ketersediaan gas sekaligus meredam fenomena panic buying masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.<p>
Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono, meminta warga masyarakat tak perlu panic buying dalam menghadapi situasi ini.<p>
Agus mengingatkan kepada seluruh pangkalan untuk mengutamakan penjualan langsung kepada konsumen rumah tangga dan pedagang kaki lima.<p>
“Pangkalan sebanyak 740 yang tersebar di Pacitan, tidak diperbolehkan melayani perantara atau praktik titip beli, tapi harus mengutamakan rumah tangga”ujarnya.<p>
Kelangkaan gas lpg 3 kg yang terjadi di Pacitan lebih bersifat situasional dan disebabkan meningkatnya permintaan,<p>
Ketersediaan LPG 3 kg bersubsidi atau disebut dengan gas melon dikabarkan langka. Sejumlah warga di beberapa kecamatan mengeluh sulitnya membeli gas melon.<p>
Gatot Subroto mengatakan, LPG 3 kg ini diperuntukkan untuk masyarakat yang kurang mampu dan digunakan untuk rumah tangga, usaha mikro, petani sasaran dan nelayan sasaran. Jika tepat sasaran, maka pasokan LPG 3 kg ini aman.<p>
“Jika masyarakat melihat adanya penyelewengan, penyimpangan, kelangkaan dan jika harganya di atas harga eceran yang sudah ditentukan oleh pemerintah daerah lapor ke 135,"ujar Agus.<p>
Reporter:Asri

