Sesuai SOP Tren Wabah Diare Sudimoro, Dinkes Belum Tetapkan Status KLB

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Januari 26, 2026

GrinduluFM Pacitan - Pemerintah Kabupaten Pacitan belum menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus diare yang menimpa sejumlah warga di Kecamatan Sudimoro. <P>
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan dr Daru Mustiko Aji mengatakan, kebijakan penetapan status KLB belum diperlukan untuk saat sesuai SOP adanya peningkatan kasus belum melampui kriteria KLB.<P>

“Untuk pemantauan akan dilakukan selama 14 hari ke depan sejak 22 Januari 2026, sesuai SOP adanya peningkatan kasus belum melampaui criteria KLB,”katanya.<P>


Setelah terlapor sejumlah 42 pasien pada tanggal 22 Januari 2026, ada penambahan kasus sejumlah 5 selama kurun waktu tanggal 23-25 Januari.<P>

Lonjakan kasus gangguan pencernaan mulai terdeteksi pada tanggal 12 Januari 2026 dan mencapai puncaknya pada Senin 19 Januari 2026 dengan kelompok usia rentan seperti balita dan anak sekolah menjadi kelompok yang pertama terdampak.<P>

Saat ini Dinkes Pacitan masih menunggu hasil uji laboratorium sampel air dari sumber air warga di Kecamatan Sudimoro untuk mengetahui penyebab tren diare di Kecamatan Sudimoro.<P>

Wilayah Sudimoro memang endemis diare. Data menunjukan wabah diare di Kecamatan Sudimoro juga pernah terjadi pada tahun 2023 lalu.<P>

Ada dua jenis diare yang bisa terjadi, yaitu akut atau kronis (persisten):<P>

Beberapa virus yang bisa menyebabkan diare antara lain virus Norwalk (dikenal juga sebagai norovirus), adenovirus enterik, astrovirus, cytomegalovirus, dan virus yang menyebabkan hepatitis.
Paparan bakteri tertentu seperti Escherichia coli atau parasit melalui makanan atau air yang terkontaminasi dapat menyebabkan diare.<P>

Untuk cegah diare, dr Daru Mustiko Aji menghimbau agar warga selalu mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menyentuh daging mentah, setelah dari toilet, atau setelah bersin dan batuk, dengan menggunakan sabun dan air bersih. Mengonsumsi makanan dan minuman yang sudah matang sempurna, serta menghindari makanan dan minuman yang tidak terjamin kebersihannya. Gunakan air bersih. Gunakan air bersih untuk minum, memasak, dan mencuci peralatan makan. Jika tidak yakin dengan kualitas air, rebus terlebih dahulu sebelum digunakan.<P>

“Sanitasi yang baik. Jaga kebersihan lingkungan dan pastikan sanitasi yang baik untuk mencegah penyebaran infeksi,”imbaunya.<P>

Reporter:Asri


Blog, Updated at: 13.31
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03