“Waspadai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi (hujan sedang-lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, putting beliung, serta hujan es) pada periode 11-29 Januari 2026, yaitu di wilayah Kabupaten Pacitan,” jelas Erwin.
“Penyebab hujan lebat dan angin kencang selama sepekan ke depan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal,”kutip Erwin.
Contohnya El Nino-Southem Oscillation (ENSO) yang menguat pada fase negative yang mengindikasikan La Nina lemah.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air yang mendukung pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut memperkaya pasokan uap air.
Reporter:Asri

