Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan menegaskan hingga saat ini kondisi di Pacitan ada 1 positif rubella dari pemeriksaan 24 sampel sejak Januari hingga Agustus 2025.
“Setiap laporan suspek langsung di tindak lanjuti tim survellans dengan pengambilan sampel di sejumlah wilayah puskesmas,” terang dr Daru Mustiko Aji Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Daru Mustiko Aji menambahkan, penularan campak itu diantaranya melalui udara meyebar melaluibentuk percikan droplet dan menginfeksi orang yang menghirupnya. Melalui benda yang terkontaminasi, virus campak dapat hidup di permukaan benda seperti gagang pintu atau saklar lampu selama beberapa jam. Orang yang menyentuh benda ini kemudian memegang mulut atau hidungnya bisa terinfeksi.
“Kontak langsung dengan cairan tubuh penderita juga dapat menjadi sumber penularan.“imbuhnya.
Campak itu biasanya diawali dengan demam tinggi, kemudian muncul ruam mulai dari sekitar telinga dan menyebar ke bagian tubuh lain.
“Untuk mempertahankan kondisi ini tentunya di harapkan masyarakat untuk tetap waspada dan mohon untuk masyarakat tetap waspada dan mohon untuk memastikan imunisasi tercapai dengan optimal sesuai kelompok umur,”himbau dr Daru.
Reporter:Asri

