Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kelurahan Ploso, diikuti ibu-ibu PKK RT, RW Kelurahan Ploso.
Kegiatan diisi langsung petugas pemadam kebakaran oleh personel Damkar Satpol PP Pemkab Pacitan.
Sugino staf Damkar mengharap ibu-ibu tidak panik saat terjadi gas LPG bocor tapi justru harus bersikap tenang dan sigap untuk memadamkan api.
“Jangan panik ibu-ibu, kalau melihat api tapi bertindak bagaimana melakukan pencegahan kebakaran seperti yang sudah kita contohkan tadi,”ucap Gino sambil menyuruh Ibu-Ibu untuk bergantian praktek memadamkan api.
Kesempatan sama, Ketua Tim PKK Kelurahan Ploso, Jehan Fauzi Rakhmandani sangat berharap ibu-ibu pengurus tim penggerak PKK dapat berkontribusi dalam pencegahan terhadap ancaman bahaya kebakaran yang dimulai dengan menjaga tempat tinggal keluarga dan lingkungan.
Istri Lurah Ploso, Aswin Rikha Wijaya tersebut juga memberikan contoh kepada ibu-ibu untuk maju mempraktekan cara memadamkan api menggunakan cara tradisional dengan karung goni.
"Saat melihat api ibu-ibu sering paniknya dulu termasuk saya juga, padahal saat gas lpg bocor dapat dilakukan pencegahan dini sehingga bisa selamat dari bahaya kebakaran dan dapat meminimalisasi kerugian harta benda akibat dari kebakaran jika dilakukan sesuai petunjuk petugas Damkar," ujarnya.
Selain penyuluhan soal bahaya kebakaran, Tim PKK Kelurahan Ploso juga diberi sosialisasi akan bahaya Gempa bumi berskala besar atau disebut Gempa bumi Megathrust dan bencana tsunami kemudian langkah pencegahan dan antisipasi apa saja yang harus dilakukan ibu-ibu di rumah jika terjadi gempa dan tsunami. Narasumber Mirmo Yaqus dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan.
Reporter: Asri

