Warga Cokrokembang Terdampak Tambang GLI Curhat: ‘Tolonglah Kami Pak Kapolsek, Tolong Kami Pak Kapolres Bantu Kami Dikawal’

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Februari 22, 2024

GrinduluFM Pacitan - Sampai saat ini belum ada penyelesaian mengenai masalah warga Cokrokembang terdampak penambangan PT.GLI yang mengakibatkan sawah petani sekitar tambang seluas 190 petak sawah gagal panen, sebagian warga sowan Kapolres Pacitan wadul terkait nasib mereka yang masih terabaikan.

Budi Atmoko, pria asal Dusun Wangen Desa Cokrokembang ini pun mengaku tak tahu lagi harus mengadu kemana.

Pasalnya, segala upaya mediasi sudah ditempuhnya, namun hingga kini tak kunjung mendapat titik terang soal kerugian yang mereka terima akibat kerusakan lahan pertanian milik warga yang tercemari limbah tambang.

Bertahun tahun petani tak lagi bisa panen hasil pertanian, sebab setiap kali tanam benih beberapa hari kemudian sudah mati.

Curhat Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho dalam momen ‘Sowan Kapolres’ Budi Atmoko wadul kemaren PT. GLI berjanji penanganan ipal belum maksimal maka penambangan akan dihentikan dulu untuk lebih fokus penanganan ipal, tapi kenyataan sampai saat ini yang terjadi pertambangan masih berjalan, sedangkan warga terus terjepit dan menjerit.

“Kami mohon bantuan bapak polsek bapak polres tolonglah kami dikawal pak, kondisi riil saat ini dari 190 petak sawah gagal panen sampai dengan saat ini. Mohon pak, bimbingan arahan apa yang harus kami lakukan untuk mengawal semua itu. Terimakasih bapak kapolres,”curhatnya.

Hal senada dikuatkan Dedy Prasetyo tokoh masyarakat Desa Cokro kembang.

Dihadapan langsung Kapolres AKBP Agung Nugroho wadul belajar dari kasus PT. GLI, untuk kedepannya investor yang masuk ke Pacitan haruslah di pertimbangkan sisi kemasyarakatan.

PT. GLI bisa masuk ke wilayah Cokro kembang tentu bukan serta merta masuk tanpa melakukan komunikasi dengan pemerintah daerah.

Dikatakan Dedi tambang GLI menimbulkan dampak berkepanjangan tiga kali periode kepemimpinan bupati masih  tidak ada penyelesaian sampai saat ini.

Terakhir warga cokrokembang audiensi jawabannya seperti itu ‘karena tidak ada kewenangan’. Pemda dirugikan, warga dirugikan, alam dirugikan, mohon bapak kapolres mohon dengan sangat lakukan tindakan riil.

“Karena yang terjadi dipetani kita gagal panen pak, harga beras mahal, tahun ini dipastikan juga kita gagal panen karena tiga kali penyemaian benih mati terus sampai beli benih ke ponorogo juga tidak tumbuh,”wadulnya.

Warga Desa Cokrokembang terdampak tambag GLI tersebut datang jauh jauh untuk sowan kapolres dengan menaruh harapan besar bisa diperjuangkan nasib mereka yang semakin terhimpit.

“Harapan kami bapak kapolres mohon sebenar benarnya diperjuangkan, saya tak ingin keadaan sulit yang menghimpit kami ini sudah mencapai titik klimaks kesabaran, ini nanti akan berdampak pada anarkisme, itu yang tidak kita inginkan, mohon pak bantu kami carikan solusi terbaik untuk kami rakyat cokrokembang,”harapnya.

Sowan Kapolres Rabu 21 Februari 2024 tersebut selain warga Desa Cokrokembang juga hadir mahasiswa yang tergabung dalam HMI dan GMNI. Mereka pun siap mengawal masalah yang dirasakan warga Cokrokembang terdampak tambang GLI. Kapolres Pacitan AKBP Agung Nugroho yang memiliki program ‘Sowan Kapolres’ terbuka untuk umum semua lapisan masyarakat pacitan itu pun dengan suara bergetar menaruh harapan besar akan mencarikan solusinya.

“Insyaallah bapak bapak nanti akan ada solusinya pak, kita carikan win win solution atau solusi saling menguntungkan untuk masalah dampak tambang GLI.”ucapnya.

Seperti diketahui, Polres membuka pintu bagi seluruh warga masyarakat pacitan yang ingin wadul apapun terkait uneg unegnya seputar pacitan dalam rangka pengaduan bantuan hukum diberikan jadwal khusus dengan program ‘Sowan Kapolres’ setiap hari Rabu pukul 08.00 atau bisa melalui Hotline wadul kapolres pacitan +6382149492002.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 15.01
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03