Meminimalisir Surat Suara Tidak Sah, KPU Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Menggunakan TPS dan Pemilih Sesungguhnya

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, Januari 24, 2024

GrinduluFM Pacitan - Simulasi pemungutan dan penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) Dusun Jati Desa Purwoasri Kecamatan Kebonagung pada Rabu (24/1/2024) digelar secara nyata dengan melibatkan PPS, KPPS dan pemilih sesungguhnya termasuk saksi dari partai politik.

“Simulasi ini yang kedua kali ditingkat kabupaten menggunakan TPS, KPPS dan Pemilih sesungguhnya. Nanti akan disusul PPS lain untuk melakukan simulasi yang sama kurun waktu antara 25 sampai 29 Januari 2024.”kata Agus Susanto Divisi Teknis Penyelenggara Komisi Pemilihan Umum KPU.

Simulasi diikuti ratusan pemilih dengan menyediakan 233 surat suara untuk menggunakan hak pilihnya pada lima jenis surat suara pemilu yakni Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), anggota DPR RI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi dan anggota DPRD Kabupaten.

Farel Adiasta Attaya merupakan pemilih pemula yang mendapatkan kesempatan pertama untuk simulasi cara mencoblos. Simulasi coblosan ini merupakan yang pertama baginya setelah memiliki hak pilih.

Mula mula Farel datang ke TPS menuju ke KPPS 4 dan KPPS 5 akan di cek formulir model C Pemberitahuan yang dicocokan dengan DPT dan KTP. Mengisi daftar hadir terus menuju kursi antrean terus dipanggil Ketua KPPS mendapatkan surat suara kemudian menuju bilik menyalurkan surat suara memasukan hasil surat suara yang sudah dicoblos kepada kotak yang sesuai jenis pemilihann kemudian terakhir mencelupkan jari kelingking ke tinta.

Kata Farel tidak ada kesulitan awalnya tapi setelah dibilik suara agak sedikit bingung mana yang mau dicoblos saking banyak jenis surat suaranya, begitupun setelah selesai mencoblos akan memasukan ke kotak suara agak grogi. Dimaklumi karena itu merupakan hak pilihnya yang perdana setelah usia masuk 17 tahun tanggal 14 Februari 2024 nanti.

“Ada rasa grogi meski hanya simulasi, maklum saja ini pengalaman mencoblos yang perdana bagi saya.”ceritanya.

Dengan simulasi tersebut diharapkan penyelenggara PPS dan PPK satu persepsi kemudian Parpol dan pemilih sudah menguasai tata cara mencoblos. Selain itu diharapkan bisa menginformasikan cara cara mencoblos dari simulasi tersebut kepada pemilih lainnya yang tidak ikut simulasi untuk tanggal 14 Februari 2024 berbondong bondong ke TPS mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB. Sementara khusus untuk pemilih DPK datang ke TPS mulai pukul 12.00 sampai 13.00 WIB.

Ketua KPU Kabupaten pacitan Sulis Setyorini menyampaikan simulasi tersebut merupakan bagian dari penyempurnaan dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara serta untuk memberikan gambaran yang sesungguhnya seluruh proses mulai dari pembukaan sampai selesai penghitungan suara diberikan salinan kepada para pihak kemudian kotak dikirimkan kembali ke TPS.

“Tentu dari proses simulasi yang kita laksanakan nanti akan ada evaluasi seperti, bagaimana KPPS sebaiknya bertugas terus kemudian proses pemilih dan proses secara umum. Sudah cukup bagus kalau menurut saya meihat simulasi ini cuma memang masih perlu ada pembenahan dan masih perlu penyempurnaan dari sisi teknis pelaksanaan.”katanya.

Bagi pemilih yang masih bingung kesulitan terutama usia lanjut tentu pada saat pelaksanaan sesungguhnya akan terus ada petugas Guide melalui petugas KPPS 6 namun juga KPU terus melaksanakan sosialisasi.

“Evaluasi perlu lebih ada pemahaman kepada pemilih terkait memasukan surat suara ke kotak suara yang seharusnya. Seperti mulai 5 jenis surat suaranya yang akan dipandu oleh ketua KPPS 6 terutama untuk pemilih usia tua. Untuk itu ketua kpps 6 harus fokus membantu terutama pemilih yang sudah lansia.”tegas Ketua KPU.

Agus Hariyanto Kordiv Pencegahan, Parmas dan humas Bawaslu Kabupaten Pacitan mengatakan dari apa yang dilihatnya dalam simulasi coblosan tersebut sudah cukup baik tapi ada beberapa hal yang memang perlu diperbaiki seperti ruangan atau bilik mencoblos tidak diperbolehkan ada orang dibelakangnya yang melihat jadi ruangan harus benar benar tertutup untuk menjaga kerahasiaan.

Bawaslu datang melihat simulasi tidak menekankan harus apa tapi untuk melihat potensi apa yang mungkin terjad di hari pemungutan suara nanti sehingga masih ada waktu Bawaslu untuk evaluasi dari pelaksanaan simulasi ini.

Agus Haryanto mewanti wanti potensi rawan saat coblosan salah satunya terkait daftar pemilih tambahan DPTb pemilih pindah memilih dengan beberapa alasan.

DPTb ini menjadi rawan juga karena akan berakibat pemungutan suara ulang apabila DPTb harusnya dapat suara karena dia bukan orang lokal tapi kemudian oleh KPPS diberikan 3 atau bahkan 5 surat suara.

“Banyak ternyata masih harus kita evaluasi melihat dari simulasi coblosan ini sebagai tindakan pencegahan jika muncul banyak kesalahan pada hari coblosan 14 Februari 2024. Jika terjadi ketidaksesuaian atau tertukar ini harus kita carikan solusinya bareng bareng. Ini menjadi penting agar surat suara sah.”ucapnya.

Reporter/Penulis: Asri

Blog, Updated at: 11.54
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03