Cuaca Sulit Diprediksi, DKPP Mengharapkan Petani Dapat Menyesuaikan Komodtas Yang Ditanam

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Januari 29, 2024

GrinduluFM Pacitan - Sejumlah daerah mulai diguyur hujan setelah berbulan bulan menghadapi iklim kemarau ekstrem El Nino termasuk di wilayah Pacitan.

Dengan kondisi cuaca tahun ini terjadi pergeseran musim hujan dan juga hujan yang tidak merata disemua wilayah di kabupaten pacitan, sehingga petani ada yang sampai lebih dari satu kali dalam melakukan pembibitan padi khususnya karena bibir yang mati.

Menurut Sugeng Santoso Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Pacitan sesuai prediksi dari BMKG Februari ini baru memasuki puncak musim hujan, sehingga diharapkan petani dapat memanfaatkan dengan sebaik baiknya untuk tanam padi.

Sesuai arahan dari pemerintah pusat, untuk pemanfaatan pupuk utamanya subsidi agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk MT 1 tahun ini. Apalagi jatah pupuk subsidi bagi petani menyusut pada awal 2024 atau musim tanam 1. Berkurangnya jatah pupuk subsidi dikhawatirkan berdampak pada produksi beras.

“Dan kami dari dinas DKPP Pacitan mengharapkan petani dapat memanfaatkan lahan mereka dengan maksimal dan menyesuaikan komoditas yang ditanam dengan kondisi air yang tersedia.”ucapnya.

Seperti diketahui sejumlah petani di Kabupaten Pacitan mulai menanam padi pada musim hujan di awal tahun 2024. Petani kawasan Ploso Kusnen mengatakan sawah miliknya sudah ditanami padi.

“Karena hujan sudah turun, kami dan petani lainnya sudah melakukan penanaman padi.”ujarnya.

Namun demikian ada beberapa sawah di Pacitan yang tampak belum ditanami padi, karena kondisi area sawah belum sepenuhnya digarap karena tampak terendam air.

Warga yang sebelumnya membiarkan bero sawah milikinya kini musim hujan mulai bondong bondong menggarap sawahnya. Musim hujan tiba menjadi kesempatan lahan milik petani dapat ditanami lagi.

Melihat semangat petani untuk bercocok tanam padi pada musim tanam 1 kali ini membuat Sugeng memiliki harapan besar hasil tanaman petani bisa maksimal pada musim panen musim tanam 1 nanti.

“Kemarau yang melanda pada beberapa bulan lalu membuat lahan sawah petani sudah cukup lama terbengkalai. Makanya turunnya hujan kali ini semoga menjadi momentum untuk dilakukan pengolahan lahan maksimal sehingga bisa ditanam padi dan panen maksimal pula dengan hasil terbaik.”pungkasnya.

Kasus tanaman yang terjadi pada saat musim penghujan seringkali terjadi. Apalagi kalau menjelang panen berbarengan dengan musim hujan. Angin kencang, varietas benih padi dengan batang yang tinggi lebih rawan roboh. Karena itu petani diarahkan gunakan varietas yang memiliki batang tidak terlalu tinggi.

“Pemberian pupuk terlalu banyak misal pupuk nitrogen bisa menyebabkan tanaman padi terlalu subur sehingga beban tanaman menjadi lebih berat.”pungkasnya.

Reporter:Asri

Blog, Updated at: 13.37
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03