Bencana Setahun 778 Kasus, Estimasi Kerugian Capai Rp.16 Miliar Lebih

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, Desember 26, 2023

GrinduluFM Pacitan - Berdasarkan data BPBD Kabupaten Pacitan, bencana alam yang terjadi sepanjang tahun 2023, sejumlah 778 kasus. Terbanyak bencana tanah longsor 590 kejadian. Adapun kejadian tanah longsor terbanyak terjadi di Kecamatan Bandar.

Dari jumlah kejadian bencana sepanjang tahun 2023 sebanyak 778 kejadian tersebut, estimasi kerugian Pemkab Pacitan mencapai Rp. 16,212,550,000.

Radit Suryo Anggono Sekretaris BPBD Kabupaten Pacitan mengatakan bencana alam sepanjang tahun 2023 tersebut berdampak pada 647 rumah rusak, 86 jalan rusak, sejumlah talud dan rumah ibadah ikut rusak. Sedangkan dalam kejadian bencana alam sepanjang tahun 2023 tersebut juga memakan korban meninggal dunia sejumlah 5 orang.

“Kerugian materiil keseluruhan sekitar enam belas miliar rupiah lebih sekian. Terbanyak kejadian bencana alam sepanjang tahun 2023 itu tanah longsor kemudian terbanyak kedua angin kencang capai 79 kejadian dan kebakaran sebanyak 36 kejadian.Tanah ambles terdata ada 24 kejadian sehingga dari sejumlah kejadian bencana kita total ada 778 kejadian ini yang masuk laporan BPBD.”katanya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Pacitan Radit Suryo Anggono mengaku kerugian materiil terbanyak akibat bencana alam, berada di Kecamatan Bandar dengan 123 kejadian bencana alam.

Adapun kategori kerusakan dampak bencana ada tiga ringan capai 252 kasus, kerusakan sedang 257 dan kerusakan berat ada 76 kasus.

“Kekeringan merupakan bencana alam yang sangat menyita waktu di Pacitan karena durasinya terang Radit sangat lama dari sekitar Bulan Agustur hingga September. Belum lagi ketika awal bulan Januari sampai Maret itu hujan dengan intensitas lebat mengakibatkan banjir dan longsor.”ungkapnya.

Sepanjang tahun 2023 bencana alam juga terjadi angin kencang bercampur hujan lebat dengan intensitas lama berdampak pada pohon tumbang, longsor, banjir, gelombang tinggi.

Jumlah bencana alam sepanjang tahun 2023 di prediksi menurun seandainya Desember tidak ada hujan. Berbeda lagi nanti kalau Bulan Desember sudah mulai hujan kewaspadaan harus ditingkatkan lagi akan dampak longsor. Pasalnya, daerah Pacitan itu rentan terjadi longsor.

“Longsor harus kita waspadai saat hujan turun karena penyumbang rutin kejadian bencana alam sepanjang tahun.”ujarnya.

Dalam antisipasi bencana alam, BPBD Kabupaten Pacitan diakhir dan awal tahun sudah mulai lakukan cek peralatan atau mengkondisikan peralatan untuk penanganan bencana alam. Termasuk mulai berkoorsinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait potensi alat yang ada di dinas terkait atau pemangku wilayah Provinsi.

“Misal kalau terjadi longsor menutup jalan. Ketika musim penghujan kemudian longsor itu selalu menutup jalan terutama di jalur Pacitan Ponorogo sering sebabkan jalur lalu lintas tutup total tertimbun material longsor.”terangnya.

Mengingat Pacitan sebagai lumbungnya bencana, warga sangat berharap besar terhadap tingkat kepedulian Pemerintah Daerah akan mitigasi bencana. Semoga anggaran yang disediakan untuk mitigasi bencana tidak jauh panggang dari api jika dibandingkan kondisi geografis yang rawan bencana.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 14.20
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03