Penyebaran Antraks di Pacitan Semacam Segitiga Emas, Kita Harus Tetap Waspada

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Desember 21, 2023

GrinduluFM Pacitan - Antraks merupakan zoonosis lama yang belum juga tuntas. Penyakit tersebut bahkan sudah ada lebih dari puluhan tahun di Pacitan.

Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya mencegah penularan antraks menyusul adanya temuan kasus di daerah gunung kidul Jogjakarta.

Langkah yang dipilih dengan mendistribusikan 7000 dosis vaksin antraks kewilayah Kecamatan yang pernah terdapat kasus antraks dimasa lalu.

Kepala Bidang Peternakan dan kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, drh Kus Handoko mengatakan Pacitan Wonogiri dan Gunung Kidul salah satunya sebagai lalu lintas ternak sehingga selalu ada kemungkinan tertular kalau salah satu daerah tersebut juga kena.

“Semacam segitiga emas ibaratnya penyebaran antraks. Jadi kita tidak boleh lengah, apalagi pacitan merupakan daerah yang pernah ditemukan antraks.”katanya.

Kus Handoko mengungkapkan antraks tahun 2023 masih ditemukan di wilayah barat. Masalahnya setiap kali ada kasus selalu terlambat mengetahuinya.Ternak yang diduga mengarah ke antraks terlanjur dikubur atau dijual sehingga Bidang Kesehatan Hewan kesulitan.

Selama ini sampel yang diambil untuk memastikan dan menyatakan ada tidaknya bakteri antraks dan negatip atau positip ke dugaan mengarah antraks hanya menggunakan sampel tanah.

“Antraks tahun 2023 ada, masih diwilayah barat. Masalah kita itu ada satu kasus selalu terlambat ternak sudah dikubur atau terlanjur dijual sebelum kita tahu sehingga kita kesulitan.”ungkapnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan Bidang Kesehatan Hewan mengklaim mampu menyelesaikan vaksin sekitar 7000 dosis.

“Kita utamakan titik wilayah ada kasus sehingga kalau muncul lagi bacteria Bacillus antraks dari tanah, ternak diskeitar bisa terlindungi.”jelasnya.

Bidang Kesehatan Hewan menyebutkan setidaknya selama 2023 ada 25 ekor yang mengarah ke dugaan antraks diwilayah barat.

“Kita tidak bisa ambil smapel hewannya. Hanya sampel tanah saja karena tanah ada perlakuan, kita belum menemukan positip yang di tanah itu.”ujarnya.

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan punya program dengan Balai Besar Veteriner Wates Jogja. Mereka aktip surveyland ditanahnya maupun pengisian quesioner.

Kushandoko bilang kalau penyakit antraks itu tergolong zoonosis atau dapat menular dari hewan kepada manusia dan sebaliknya sehingga sangat perlu diwaspada. Penularan penyakit yang bersumber dari binatang atau zoonosis masih menjadi persoalan di masyarakat. Karena antraks ini masih ada diantara kita.

“Kita ini pernah ada antraka sehingga jangan dipandang remeh. Kita tetap harus waspada. Kalau saya mengibaratkan seperti segitiga emas penyebaran antraks di Pacitan itu. mengingat kita ini bertetangga dengan daerah yang ditemukan ternak sapinya mati positip antraks.”bilangnya.

Sementara penyakit ternak besar yang lain selama 2023 masih ditemukan munculnya penyakit lama BEF, cacingan, parasit darah, itu kita endemis selalu kita monitor dan kita tangani.

Sedangkan tahun 2023 Pemkab Pacitan menyatakan masalah penyakit hewan LSD sudah zero sejak September. Adapun penyakit PMK ada target bebas tahun 2030. Saat ini upaya pembebasan PMK yang harus diikuti step by step.

“Pertama dengan pengebalan vakisn dilanjut sampai tahun depan. Pengambilan sampel ditanah akan dipantau hingga 2030 kemudian indonesia bisa dinyatakan bebas dengan vaksinasi.”ucapnya.

Mulai Agustus tidak ada kasus PMK atau LSD di Pacitan. Namun tidak boleh lengah tetap waspada terus dilakukan pemberian vaksin.

Untuk tahun 2024 target booster. Dan sekarang tinggal dibawah 5 persen yang belum vaksin.Tahun 2024 vaksin ketiga dilaksanakan.

“Kita sisa tahun ini 20 ribu dosis. Harapannya tahun 2024 kita dapat tambahan 150 ribu dosis sesuai pengajuan.”pungkas drh Kus Handoko saat dikonfirmasi Kamis 21 Desember 2023.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 14.59
Tinggalkan komentar positif Anda di sini
03