Sasar Remaja Dibawah 17 Tahun, Disdukcapil Pacitan Keliling Sekolah Percepat Sinkronisasi data Jelang Pemilu

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Jumat, September 08, 2023

GrinduluFM Pacitan -Remaja di bawah 17 tahun, yang belum melakukan perekaman KTP elektronik sebanyak 6.000. Jumlah tersebut menjadi sasaran target Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pacitan.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Pacitan Tri Mudjiharto mengatakan, selain remaja dibawah 17 tahun yang belum melakukan perekaman KTP-el sebanyak 6.000 jiwa. Untuk yang berusia di atas 17 tahun diluar lingkup sekolahan atau warga umum wajib KTP sekitar 7.000 jiwa.

Disdukcapil Pacitan terus berupaya menyelesaikan perekaman KTP elektronik terutama jelang Pemilu. Bahkan minggu ini sudah terjadwal keliling keluar masuk lingkup sekolahan yang ada di Kabupaten Pacitan.

Tri Mudjiharto mengatakan, perekaman KTP elektronik bagi pemilih pemula yang berada di lingkup sekolah menjadi program perioritas yang harus tuntas sebelum pelaksanaan pemilu 2024.

“Total jumlah penduduk yang belum perekaman KTP-el itu ada kurang lebih 13 ribuan yang ada di pelosok pelosok. Sasaran 6.000 itu adek adek pemilih pemula di sekolahan usia dibawah 17 tahun. Kita terus bergerak ini sama sama.”katanya.

Tri Mudjiharto menerangkan, dari 6.000 sasaran anak usia dibawah 17 tahun yang belum melakukan pencetakan dan perekaman hingga saat ini Disdukcapil sudah menyelesaikan 30-40 persen dari total 6.000.

Tahun ini, Disdukcapil Pacitan menarget untuk menuntaskan perekaman KTP-el anak usia di dibawah 17 tahun atau pemilih pemula 100 persen maksimal. 

Tidak hanya gerak jemput bola di sekolah sekolah sinkronisasi data pemilih pemula dilakukan akan tetapi juga di Kecamatan Kecamatan menjaring perekaman.

Jemput bola penjaringan perekeman KTP-el tersebut dilakukan untuk membantu pelajar yang berusia 17 tahun masuk data KTP elektronik dengan harapan bisa menyalurkan hak pilihnya dalam pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang. Pasalnya, warga yang belum merekam data untuk KTP elektronik terancam tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.

Ada tiga alternatip yang masuk sasaran jemput bola perekaman KTP elektronik yaitu di masyarakat yang aktip juga menuju ke tempat tempat pelayanan di Mall, Kantor Disdukcapil dan Kecamatan.

“Selain keliling langsung ke sekolah sekolah, kami petugas disdukcapil juga menjaring perekaman di desa, kelurahan maupun kecamatan.”terangnya.

Sementara terkait blangko KTP elektronik sampai akhir tahun masih tercukupi.

“Biasanya terbatas kalau masuk akhir tahun. Alhamdulillah kita masih ada ketersediaan stok blangko. Dikami masih ada 1500-2000 masih mencukupi meski kami gencar keliling jemput bila di sekolah sekolah.”pungkasnya.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 12.59
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03