Penggunaan Pupuk Kimia Masih Cukup Tinggi, Ada Penambahan Kuota Pupuk NPK 1.500 Ton

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, September 12, 2023

GrinduluFM Pacitan -Pacitan merupakan kabupaten yang memiliki sektor pertanian cukup besar. Luasan sawah mencapai 12.783 dan masih ada lagi berbagail sektor pertanian diluar lahan sawah. Tentu penggunaan pupuk kimia atau anorganik dipastikan masih cukup tinggi kendatipun sekarang sedang digencarkan penggunaan pupuk organik. Setidaknya, data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan masih mencatat sepanjang tahun kebutuhan pupuk kimia di pacitan tercatat meningkat terutama jenis UREA dan NPK.

Sugeng Santoso Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan mengatakan, kuota pupuk subsidi tahun 2023 untuk UREA 14.546 ton, NPK 8.098 ton, NPK Formula Khusus 52 ton. Sedangkan untuk UREA tahun depan rencana tidak mengajukan penambahan kuota karena pengalaman 5 tahun lalu terakhir penyerapan tertinggi hanya 10.861 ton.

“Kuota kita tahun ini untuk UREA sudah 14.546 ton. Realisasi penyerapan s/d Juli sebesar 47% dari kuota.”katanya.

Sementara itu untuk NPK Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan rencanakan untuk mengajukan penambahan kuota tahun 2024 mendatang sekitar 1.500 ton. Karena pertimbangan tahun sebelumnya penyaluran NPK sebanyak 10.098 ton sedangkan kouta tahun ini hanya 8.098 ton. Realisasi penyerapan NPK s/d Juli sebesar 56,3% dari kuota.

“Minat petani masih mencari adanya pupuk kimia terutama subsidi cukup tinggi permintaannya. Kecukupan di kios selalu kita pantau. Kelihatannya masih ada kekurangan stok sehingga kita ajukan penambahan kuota. Yang jelas karena memang hasil pantauan kita masih dibutuhkan masyarakat yang kita lakukan salah satunya penambahan kuota.”ujarnya.

Meskipun minat petani akan pupuk kimia masih cukup tinggi akan tetapi upaya mengajak petani beralih ke pupuk organik tetap digencarkan.

“Pupuk, kita lebih mengarahkan masyarakat untuk gunakan pupuk organik. Kalau selamanya tergantung pupuk kimia apalagi subsidi semakin dibatasi. Semakin berkurangnya subsidi kita mengarahkan masyarakat kembali gunakan pupuk organik. Kelompok tani sudah dapat pelatihan pembuatan pupuk organik. Diharapkan itu lebih efisien dan dampak jangka panjang tanah menjadi lebih baik. Itu yang kita arahkan ke petani beralih lah ke pupuk organik.”harapnya.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 12.44
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03