Ditemukan Ternak Mati karena Antraks, Pemkab Mulai Batasi Lalu Lintas Hewan Ternak dan Gencar Semprot Disinfektan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Juli 10, 2023

GrinduluFM Pacitan -Pemkab Pacitan dalam hal ini Bidang Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan kembali menghimbau agar warga masyarakat lebih berhati hati mengkonsumsi daging sapi. Mengingat saat ini penyakit antraks pada sapi kembali muncul.

Bidang Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian mengatakan pada tahun 2023 ini ditemukan kejadian hewan sapi mati karena antraks. Terakhir pada bulan April lalu ditemukan di Tulakan.

Meskipun tahun 2023 ini memang benar ada penyakit antraks, namun kejadiannya tidak sebesar di daerah lain.

“Memang tidak kita pungkiri, kasus antraks ini masih ada didaerah kita. Di tahun 2023 ini muncul 1 kasus di Tulakan. Satu ekor sapi mati setelah kita uji lab serta riwayatnya mengarah ke kasus antraks setelah kita uji lab memang terkonfirmasi positip.”ungkapnya.

Setelah dicurigai ada kasus tersebut, SOP Bidang Keswan siap melakukan pengendalian melalui disinfeksi dan pemberian antibiotik di ternak ternak sekandang maupun di luar kandang.

Dilanjutkan drh. Kushandoko untuk cegah penularan, selama ini Bidang Kesehatan Hewan mengklaim rutin lakukan pengendalian melalui pemberian vaksin antraks. Pada tahun 2023 ini Pacitan mendapatkan alokasi awal vaksin antraks sejumlah 7 ribu ekor.

“Vaksin antraks ini kita pusatkan di daerah daerah barat endemis seperti wilayah barat secara riwayat Donorojo, Punung, Pringkuku ini memang endemis antraks.”lanjutnya.

Hampir setiap tahun surveilans epidemiologi yang dilakukan memang masih ada penyakit antraks di pacitan. Bakteri antraks ini ada ditanah ditemukan di 2 titik. Begitu mengetahui hasil uji lab masih aktip langsung disemprot disinfektan. Kemudian secara periodik akan diambil lagi tanahnya untuk di uji lab di Balai Besar Veteriner Wates Jogjakarta yang merupakan rujukan laboratorium untuk pemeriksaan antraks. Dengan adanya program vaksin antraks, bidang kesehatan hewan meminta dukungan warga agar ikut mensukseskan vaksin antraks agar bisa terhindar dari wabah antraks.

“Misal ada satu kandang terkena, diharapkan segera lapor ke kita segera dapat kita antisipasi dengan pemberian disinfektan, pengobatan daerah sekitar dan dilanjutkan vaksinasi sehingga kasus antraks di pacitan relatip bisa kita kendalikan.”ucapnya.

Pencegahan penularan penyakit antraks saat ini menjadi perhatian. Mengingat pacitan sebagai daerah endemis antraks, sejumlah wilayah ada riwayat positip.

“Karena kita tidak ketemu dengan ternak yang mati, jadi kita hanya bisa ambil sampel di tanah sekitar pasien. Apalagi Gondosari beberapa waktu lalu juga ada kasus sehingga kita patut curiga juga.”teragnya.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dr.Kus berpesan bagi warga sebaiknya untuk saat ini sebaiknya tidak mendatangkan ternak ke pacitan dari luar daerah yang tidak jelas sumbernya. Sebab itu sangat potensi sekali membawa penyakit.

“Karena otomatis jika suatu daerah itu ada wabah tentunya akan kepanikan yang ujungnya akan menjual ternak ternaknya mungkin juga sudah terkena penyakit sehingga perlu waspada. Jika memang membutuhkan bibit ternak bisa konsultasi dengan Bidang Kesehatan Hewan Dinas Tanaman Pangan dan Pertanian untuk diberikan arahan daerah mana yang aman.”pungkasnya.

Reporter/Penulis:Asri

Blog, Updated at: 12.47
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03