Hasil PCR Pasutri Positip Covid-19, Dua Jamaah Haji Asal Arjosari Ini Tertunda Pemberangkatannya

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, Juni 06, 2022

GrinduluFM Pacitan -Hasil pemeriksaan polymerase chan reaction PCR menyatakan dua jamaah haji terpaksa tertunda pemberangkatannya ke Tanah Suci karena positip Covid-19. Berarti dari awalnya 53 jamaah yang diberangkatkan ke Tanah Suci hanya 51 orang.

Seperti di ketahui, jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci pada hari Sabtu(4/6/22) wajib melakukan pemeriksaan PCR di Puskesmas Tanjungsari.

kedua jamaah haji yang tertunda pemberangkatannya karena positip Covid-19 itu merupakan jamaah haji asal Kecamatan Arjosari. mereka berdua merupakan pasangan suami isteri.

“Dari total 53 jamaah haji asal pacitan masih ada dua jamaah yang tertinggal harus menunggu tingkat kesabarannya. Kedua jamaah haji ini melakukan karantina karena dari medis menyatakan beliaunya berdua itu positip covid-19.”kata Moh.Nasim Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pacitan usai upacara pemberangkatan

Hari Senin(6/6/22) jamaah haji Kabupaten Pacitan sudah bisa dan langsung diberangkatkan oleh bupati pacitan Indrata Nur Bayuaji didampingi Wakil Bupati Pacitan Gagarin dari pendopo kabupaten diiringi tangis haru oleh sanak keluarga yang menghantar sekira pukul 11.00 WIB menuju asrama haji sukolilo surabaya menggunakan 2 armada bus dengan pengawalan patwal polres pacitan.

Moh.Nasim mengatakan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dengan koordinator wilayah Jawa Timur untuk segera ditangani, di karantina di tingkat daerah masing masing. Pasangan suami isteri itu akan menjalani karantina selama 5 hari di rumahnya dan jadwal keberangkatannya di geser ke kloter lain.

“Saya sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan pak hendra, saya minta tolong bahwa dua jamaah kami agar bener bener ditangani secara maksimal sehingga dalam waktu 2-3 hari ini bisa pulih biar bisa ikut tes lagi PCR sehingga dinyatakan negatip dan kita susulkan untuk kloter yang di bawah kita. Bisa mungkin bisa ikut kloter 7 atau kloter 8. Dilihat dari kondisi fisik dua jamaah ini. Kalau belum negatip diberangkatkan otoritas saudi akan menolak.”ungkapnya

Sementara teknis upacara pemberangkatan haji Senin(6/6/22) di Pendopo Kabupaten berjalan lancar dan khidmat. Bupati pacitan Indrata Nur Bayuaji usai memberikan sambutan menitipkan surban yang dikenakannya kepada jamaah haji untuk di bawa saat melakukan Tawaf.

“Saya punya sorban pemberian dari oleh oleh umroh, saya pingin menitipkan surban ini kepada salah satu jamaah haji untuk di bawa saat tawaf disana di Tanah Suci mengelilingi ka’bah. Siapa nggih sing kerso.”ujar Aji dan langsung bersamaan jamaah menjawab, titip dumateng pak Abdullah Sajad mawon..pak bupati.” Tampak Bupati langsung turun dari podium menghampiri tempat duduk Kyai Abdullah Sajad untuk menyerahkan surban miliknya itu.

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 16.33
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03