Bupati Indrata: Silahkan Wartawan Kritik Kami Dengan Dosis Yang Pas dan Tulis Dengan Sudut Pandang Yang Utuh Agar Jadi Obat Mujarab Bukan Jadi Keracunan

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Februari 10, 2022

GrinduluFM Pacitan -Bagi Bupati Indrata Nur Bayuaji, peran wartawan itu sederhana, meluruskan hal hal yang sifatnya masih bias, masih sepenggal dari yang diberitakan masyarakat di medsos untuk menjadi informasi yang utuh saat dikonsumai oleh masyarakat.

Dengan peran yang dimiliki wartawan terutama sebagai fungsi kontrol, Bupati Aji menyilahkan wartawan untuk beri kritik dan masukan terkait apa saja yang di lakukan Bupati maupun jajarannya di Pemerintahan. Namun kritikan itu harus di tulis dengan sudat pandang yang utuh. Bupati Pacitan Indrata meminta kritikan itu disampaikan dengan dosis yang tepat jangan berlebihan sehingga kritikan wartawan melalui tulisannya itu bisa menjadi obat mujarab bagi pemerintahan berubah lebih baik, bukan malah jadi keracunan.

“Silahkan kritik kami, silahkan beri kami masukan dengan gaya tulis wartawan itu sendiri sendiri. Tapi sekali lagi dengan sudut pandang yang utuh, sehingga dosis masukan yang pas kepada kami bisa jadi obat mujarab. Tidak malah kami ini jadi keracunan.”katanya di hadapan sejumlah awak media saat Acara Hari Pers Nasional di Pendopo Kecamatan Punung,Kamis(10/2/2022)

Permintaan Bupati Indrata untuk di kritik wartawan dan tidak alergi kritik serta ingin menjadikan wartawan mitra ngobrol isu yang harus di tuntaskan di Pacitan tampak jelas kontraproduktip dengan sikap sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih lari dan sembunyi ketakutan melihat wartawan.

“Saya berharap wartawan menjadi bagian yang sangat vital dalam pembangunan Pacitan, mungkin ada hal hal yang memang perlu disampaikan dan tidak perlu disampaikan tergantung gaya bahasa masing masing media.”pintanya

Dalam Tanya jawab, salah satu wartawan menyampaikan, apa yang di minta Bupati Indrata untuk di kritik dan hasil tulisan dengan sudut pandang yang utuh jelas sulit. Sebab tulisan yang utuh dari sebuah kritikan, itu harus di imbagi dengan keterbukaan akan data yang valid dan fakta. Apalagi pers mempunyai kemerdekaan dalam menjalankan profesinya. Untuk menjamin kemerdekaan pers itu, pers juga memiliki tugas mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi jika itu berguna untuk kepentingan publik. Namun tidak sedikit fakta di lapangan, sejumlah jajaran organisasi perangkat daerah di lingkup Pemkab Pacitan ‘Alergi” terhadap wartawan, enggan di wawancarai bahkan ketus tak menghiraukan.

Untuk memastikan apa yang diucapkan Bupati Aji di hadapan sejumlah awak media tidak hanya berhenti di atas mimbar saja, Bupati saat itu juga memberikan amanah kepada Sekda Heru Wiwoho agar jajaran Pemkab bisa memposisikan awak media benar benar sebagai rekan, tentu dengan catatan jika memang data itu membahayakan jika di informasikan pada public maka minta pada media bersangkutan agar tidak ditulis untuk dipublish.

“Intinya jajaran kita pak sekda, jajaran saya juga, jajaran njenengan, kita posisikan rekan rekan media bener bener sebagai rekan. Insyaallah iso kok di ajak ngomong apik apik.”ujar Bupati Indrata

Bupati Pacitan Indrata setuju jika wartawan itu sebagai pilar keempat demokrasi, karena masyarakat perlu paham apa yang di kerjakan pemerintah dengan tulisan yang fakta bukan hoaxs terutama dalam membangun pacitan dan membuat pacitan kondusif melalui tulisan dalam mewartakan agenda pemerintahan ataupun kritik kebijakan pemerintah.

“Suatu hal menurut pertimbangan rekan rekan OPD itu akan menjadikan sesuatu hal yang lain yang negatip, yo ngomong wae, datane ngene iki lho, tapi iki engko yen metu masyarakat tambah panik, saya yakin dengan ngomong yang enak bisa guyub. Kalau kita tulus saya yakin bisa itu.”tutupnya

 

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 15.14
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03