60 Guru Meninggal Selama Pandemi Covid-19, PGRI Jelaskan Pentingnya Prokes dan Vaksin Bagi Pendidik dan Siswa Ditengah PTM 100 Persen

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Selasa, Januari 25, 2022

GrinduluFM Pacitan - Sebanyak 60 tenaga pendidik atau guru yang masih tercatat aktif sebagai anggota PGRI Kabupaten Pacitan dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 mendapatkan santunan pralaya 4 Juta rupiah per orang.

“Dana santunan ketika anggota PGRI meninggal dunia, yang penting masih aktif menjadi anggota. Ya 60 orang pada masa pendemi, sehingga PGRI memberi santunan sejumlah 60 orang kali 4 juta rupiah.”kata Khusnul

Sekretaris PGRI Kabupaten Pacitan Khusnul Qomarudin mengatakan, di masa pandemi Covid-19, anggota PGRI Kabupaten Pacitan yang meninggal akibat Covid-19 berjumlah 60 orang. Pegawai tenaga pendidik yang meninggal itu masih berstatus aktif mengajar di sekolah.

“Meninggal di masa pandemi tapi kebanyakan itu memang terindikasi Covid-19. Dan itu masih aktif sebagai tenaga pendidik.”ungkapnya 

Ditambahkan Khusnul, PGRI memang diakuinya belum bisa berbuat banyak untuk para anggota PGRI yang notabene adalah tenaga pendidik. Namun setidaknya dari iuran anggota tersebut sudah bisa membantu bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Anggaran dana pralaya itu dari iuran anggota 2 ribu rupiah setiap bulan. Dan karena masa pandemi itu sejumlah 60 tenaga pendidik meninggal dengan menggunakan iuran dana pralaya itu tidak mencukupi, oleh karena diberi himbauan pada anggota untuk berikan dana sukarela.”tutur Khusnul

Tidak ingin terulang kejadian pandemi 2020-2021 banyak mengakibatkan tenaga pendidik meninggal terpapar Covid-19, PGRI mewanti-wanti betul bagi tenaga guru dan siswa membentengi kekebalan tubuhnya dengan vaksin dan juga terapkan protokol kesehatan saat proses belajar-mengajar. Apalagi saat ini pacitan sudah memulai membuka pelajaran tatap muka 100 persen. Setidaknya protokol kesehatan tidak hanya berupa tulisan yang menjadi slogan di depan pagar saja.

“Saya mohon bagi guru yang belum vaksin booster segera menyadari untuk vaksin. Begitu juga yang belum vaksin dosis 1 dan dosis 2 segera melakukannya. Bagi siswa dan guru saat belajar mengajar protokol kesehatan salah satunya memakai masker dan jaga jarak tetap dipertahankan mengingat Corona varian Omicron mulai mengintai ditengah PTM diberlakukan 100 persen disekolah sekolah.”pungkasnya.

Editor: Asri N

Blog, Updated at: 15.49
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03