Cukup Bisa Menterjemahkan Visi Misi Bupati dan Bisa Kerja Tim, Kriteria ASN Dipilih Menduduki Jabtan di Lingkup Pemkab

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 14 Oktober 2021

Grindulu FM Pacitan - Bukan lagi usia harus “muda” yang menjadi persyaratan Aparatur Sipil Negara(ASN) bisa menduduki jabatan di lingkup pemkab terutama eselon 2 di era kepemimpinan Aji-Gagarin. Akan tetapi cukup kepangkatan memenuhi syarat sesuai regulasi dan harus bisa menterjemahkan Visi-Misi Bupati. Nampaknya setelah melihat stok pejabat eselon 2 yang mayoritas sudah berusia tua dan belum ada kader mudanya mementahkan pilihan usia muda yang awal dulu pernah akan menjadi kriteria utama dengan alasan larinya bisa diajak cepat tersingkirkan sudah.

Detik-detik mendekati mutasi besar besaran di era kepemimpinan AJI-Gagarin akhir Oktober tahun 2021, kata Aji setiap hari baperzakat lakukan evaluasi ketepatan dalam memposisikan agar tidak melanggar regulasi. Namun siapa nama-nama ASN yang akan menduduki kursi basah di lingkup pemkab nanti, Bupati sudah punya daftar nama. Sayangnya, nama-nama itu dirahasiakan. Yang terpenting ditempatkan dimana saja berada digeser atau tetap di tempat, ASN harus fokus pada pencapaian visi misi dan RPJMD yang sudah dibuat dan disepakati.

“Sudah ada nama nama daftar ASN yang akan digeser atau tetap di tempat, Cuma pertimbangan waktu tetap berjalan. ASN atau OPD harus memahami visi misi yang kami miliki dan RPJMD yang kita buat sehingga digeser atau ditempatkan di mana saja fokusnya ya capaian target visi misi RPJM terlewati. Kalau pejabat OPD yang dipilih tidak bisa diajak kerjasama dengan baik perlu di evaluasi dan akan ada mutasi.” kata Indrata Nur Bayuaji.

Sepakat dengan keinginan Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Heru Wiwoho saat dikonnfirmasi terpisah mengatakan, untuk menduduki jabatan di lingkup pemkab itu sebenarnya kepangkatan dan kemampuan kompetensi menjadi persyaratan mutlak sesuai regulasi.

Harapan Heru Wiwoho, siapapun ASN yang terpilih menjabat sebagai Kepala Dinas ataupun eselon di bawahnya harus memahami dan bisa menterjemahkan visi misi Bupati sesuai tugas di masing masing OPD, selain harus bisa di ajak kerja tim. “Percuma kan pinter, tapi kalau tidak bisa kerjasama kan gak mungkin karena kita bangun sebuah tim harus ada kebersamaan saling dukung berkolaborasi.”jelas Sekda Heru Wiwoho.

Sementara di tempat terpisah Ketua DPRD Kabupaten Pacitan Roni Wahyono saat di mintai tanggapan terkait rencana mutasi besar besaran di era AJI-Gagarin tersebut menyerahkan sepenuhnya pada bupati karena itu hak pereogratif bupati. namun kalau boleh mengharap yang terpilih nanti bisa jadi tim sehingga berjalannya lebih baik.

“Kami mengharapkan Bapak Bupati baperzakat benar benar mempertimbangkan semua sisi, bisa mendukung capaian visi misi. Masa pandemi ini memang butuh tenaga ‘Ekstra’ karena itu harus bisa kompak.” kata Roni Wahyono.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 12.21
Comments
0 Comments