Masuk Ruang Bupati Pacitan Wajib Pakai Barcode Aplikasi PeduliLindungi, Semua OPD Di Instruksikan Pasang Sebelum Oktober Berakhir

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Oktober 14, 2021

Grindulu FM Pacitan - Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berbenah melakukan upaya penurunan penyebaran Covid-19 di lingkungan kantor pemerintahan. Buktinya, sejak dua hari terakhir tampak ada yang beda di depan pintu masuk ruang Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, terpasang Barcode Aplikasi PeduliLindungi. Siapapun yang pingin ketemu dengan Bupati di ruang kerjanya harus dan wajib gunakan aplikasi peduli lindungi.

Aplikasi itu juga tampak di ruang Wakil Bupati Gagarin dan ruang Sekda Heru Wiwoho. Melihat kondisi pacitan dari capaian vaksin masih perlu lagi digenjot sasarannya dan juga untuk menurunkan angka penyebaran virus Corona dilingkup ASN maka wajib dan harus semua kantor Organisasi Perangkat Daerah(OPD) memasang barcode aplikasi peduli lindungi.

“Dari kemaren dan insyaallah nanti di setiap perangkat daerah ada. Jadi masyarakat itu tidak bisa tidak vaksin selain untuk kesehatan mereka sendiri. Karena di mana mana sekarang ada persyaratan itu, mau naik pesawat mau naik kereta api, mau kehotel mana aja ada itu. Ini kita biasakan di pacitan.” kata Indrata Nur Bayuaji.

Ditambahkan Bupati Indrata, wajib dan harus bagi OPD dalam waktu dekat ini pasang. Namun hingga sekarang baru Dinas Pariwisata yang memasang aplikasi tersebut. “Sebelum Oktober berakhir saya instruksikan OPD OPD lain segera memasang.” tegas Aji.

Menurutnya aplikasi peduli lindungi telah ditetapkan sebagai syarat masuk OPD. Khususnya kantor wajib menscan QR Code PeduliLindungi.

Tidak hanya untuk masuk kantor pemerintahan saja yang wajib pasang aplikasi peduli lindungi akan tetapi masuk kawasan wisata mestinya harus dan wajib permintaan dokter Hendra Purwakan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan.

“Kalau saya mengusulkan juga disiapkan satu penjaga khusus untuk melarang bagi tamu yang datang tanpa memiliki aplikasi tersebut masuk. Ini juga bisa menjadi satu jurus capaian sasaran vaksin bisa penuhi target.” kata dokter Hendra.

Perlu diketahui, pemerintah kabupaten pacitan memiliki capaian target sasaran vaksin 50 persen hingga akhir Oktober 2021. Sampai per Kamis(14/10/2021) capaian vaksin sudah di angka 40 persen. Waktu tersisa seminggu di harapkan bis capai 50 persen. Salah satu aplikasi peduli lindungi tersebut menjadi jurus pamungkas bagi Pemerintah Kabupaten bahwa masyarakat pacitan sudah tervaksin 50 persen dari total sasaran. “Kita biasakan masyarakat pacitan dengan peduli lindungi.”kata Bupati Indrata.

Sementara dengan animo tingginya keinginan masyarakat di pacitan untuk ikut vaksin ternyata juga berpengaruh dengan ketersediaan stok vaksinasi di gudang farmasi dinas kesehatan. Kamis(14/10/2021) dilaporkan habis untuk ketersediaan vaksin di gudang farmasi. Akan tetapi hal itu langsung ditindak lanjuti Bupati Pacitan dengan meminta pada Wakil Gubernur Jatim saat Zoom meet diruang kerjanya, Rabu(13/10/2021)agar Pacitan diberikan droping vaksin dengan tambahan jumlah lebih banyak. Permintaan tersebut langsung direspon oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak untuk segera mengirimkan vaksin dengan jumlah banyak ke Pacitan.

Dilanjutkan Bupati Indrata, posisi vaksin di pacitan itu hari ini masih ada stok tapi untuk lusa habis. Dengan kondisi seperti itu setiapharinya, akhirnya dalam penetapan sasaran belum bisa maksimal.”Dalam menetapkan sasaran kita belum bisa maksimal terus karena kami juga was was ketika masyarakat sudah diundang untuk vaksin tapi ternyata vaksinnya gak datang. Jangan sampailah masyarakat kecewa makanya tadi kami harap ada droping lebih. Kalau semisal setiaphari datangnya kan kita lebih mudah menghabiskannya. Sehingga penentuan sasaran di pacitan maksimal dan target Oktober bisa capai 50 persen.”pungkas Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Editor :Asri Nuryani

Blog, Updated at: 12.29
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03