Komisi II DPRD Rajin Monitoring Prokes Pelaksanaan Tes P3K, Minta Yang Gagal Harus Legowo

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Rabu, September 15, 2021

Grindulu FM Pacitan - Komisi 2 DPRD yang membidangi pendidikan tersebut kembali memastikan pelaksanaan tes Calon Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Pacitan berjalan lancar dan tetap jalankan protokol kesehatan sesuai aturan dari satuan gugus (satgas)Covid-19. Untuk memastikan Prokes diterapkan dalam tes p3k, Komisi 2 DPRD Pacitan rajin turun kandang melihat langsung ke lokasi pelaksanaan ujian tes p3k di SMKN 1, SMKN 2 dan di SMA N 1 Pacitan.
Secara umum terpantau lancar, bahkan prokes dilaksanakan juga ketat. Mulai dari masuk di cek suhu dan menggunakan hand sanitizer, peserta juga harus dan wajib menjalankan rapid antigen Satu hari sebelum masuk ruang ujian. Untuk melaksanakan ujian p3k dilaksnakan di tiga titik lembaga sekolah, SMAN 1. SMKN 1 dan SMKN 2. Namun dari lancarnya pelaksanaan ujian P3K itu, Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Pacitan Rudi Handoko mengatakan, kalau ada yang positip semoga ada ujian susulan dan bisa diikutkan.

“Kedua, persiapan pada hari ini tadi juga bersama UPT Cabdindik Provinsi Jatim wilayah Pacitan dan Dinas Pendidikan juga ada dari Dirjen Kementrian RI untuk pelaksanaan berjalan lancar dan baik, semoga seuai harapan kita semua.”kata Rudi Handoko saat monitoring di SMKN2 tampak pula ikut rombongan anggota komisi 2 lainnya, seperti Ririn Subiyanti, Joko Susilo Hadi, dan Friska Susilowati.

Ditambahkan Rudi Handoko, anggota komisi 2 lebih fokus monitoring ruang Rapid ketimbang ruang ujian, yang memang di larang masuk kekcuali peserta ujian dan petugas pengawas. Yang perlu disadari bahwa ini nanti mesti harus siap karena tidak bisa di terima seutuhnya dari total peserta.

“Harus bisa menerima, kalau toh ada kuota kedepan harus diikutkan tapi kalau tidak ada kuota lagi ya gimana lagi.”ujarnya Mengingat pacitan itu lanjut Rudi, sudah terlalu banyak honorer. Untuk rekrut honorer belum waktunya, semopga dengan adanya P3K ini bisa membantu kesejahteraan guru honorer yang sudah bertahun tahun mengabdi dengan gaji yang belum ideal. Menurut Rudi Handoko, pemantauan dilakukannya sejak hari pertama pelaksanaan. Pemantauan dari Komisi II DPRD itu penting merupakan tugas Komisi 2 DPRD yang membidangi pendidikan. Selain untuk memastikan pelaksanaannya sesuai aturan prokes. “Saya tidak ingin sekecil apapun ada masalah yang mengganjal jalannya tes P3K. Jika ada masalah kami ingin segera mengetahui solusinya.”imbuh Rudi.

Monitoring pelaksanaan hari pertama dan kedua berjalan sesuai harapan, semoga tidak ada hambatan, baik sarana prasarana seperti listrik jangan sampai padam.Sedia Jenset itu perlu lanjut Rudi. Komisi II DPRD juga akan memberikan semangat bagi yang tidak lolos Rapid agar tidak berkecil hati. Dengan tetap berupaya untuk dapat ikut lagi di tes susulan.

Rudi juga berharap dengan diterimanya guru honorer jadi P3K bisa memenuhi kebutuhan guru di sekolah yang memang sesuai kebutuhan. “Kasihan mereka, siapa yang mengira kalau akan positif hasilnya. Jadi kalau bisa diusulkan ikut susulan. Selain itu saya berharap semoga yang lolos itu nanti sesuai kebutuhan di sekolah.”pungkas Rudi Handoko.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 07.50
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03