Kecakapan Wafiq Maaroja Berhitung Antarkan Jadi Juara Tingkat International

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 17 Agustus 2021

Grindulu FM, Pacitan - Di hari kemerdekaan ke- 76 RI yang diperingati setiap tanggal 17 Agustus ada satu kebanggaan yang bisa di tunjukan anak muda asal Pacitan dengan segudang prestasinya. Berawal dari suka dengan matematika akhirnya menjadi kecanduan bagi Wafiq Maaroja (23) untuk selalu belajar berhitung dan berhitung, mulai dari analisis, aljabar, geometri semua dia kuasai.
“Jadi kalau karir saya di bidang matematika itu sejak dulu SD, jadi SD itu cuma ibaratnya awalnya suka matematika di daftarkan oleh guru ikut lomba dan awalnya juga kayak gak bisa apa apa akhirnya belajar terus akhrnya bisa lolos ke Provinsi, itu awal saya suka belajar matematika dan suka ikut lomba matematika.”tutur Wafiq.
Dengan kecakapannya dalam berhitung Wafiq Maaroja anak dari pasangan Sudarmadi dan Benty Malikah, warga Dusun Bengkal Desa Tanjungsari Pacitan ini bisa mengharumkan nama daerah Pacitan. Belum lama ini tepatnya tanggal 2 hingga 8 Agustus 2021 Wafiq Maaroja mendapatkan Perunggu, setelah menjuarai olimpiade tingkat international di Bulgaria. 

Nama dari olimpiade yang mengantarkan Wafiq sebagai juara dengan peroleh medali perak tersebut adalah “International Mathematic Competition For University Student 2-8 August, 2021-On-Line-Worldwide”. “Peserta lomba itu ada 11 perwakilan dari Indonesia, kalau peserta keseluruhan ada 100 an negara. Saya sendiri ikut olimpiade mewakili mahasiswa UGM”ujar Wafiq.

 Bagi sebagian orang, matematika biasanya adalah cabang ilmu yang rumit dan terlalu sulit. Akan tetapi hal itu tidak bagi Wafiq Maaroja,  Mahasiswa asal Dusun Bengkal Desa Tanjungsari ini. Wafik mampu menghitung dengan cepat dan tepat penghitungan matematika yang rumit dari 4 soal dengan waktu 4 jam yang disediakan panitia lomba olimpiade. Sehingga medali perak bisa di raihnya dalam olimpiade Internatinal yang baru saja dikutinya.
“Saya seperti ada kecanduan untuk ikut lomba, kalau dah dapat juara selalu ingin dapat juara lagi dan juara lagi, terus ada peningkatan setiap tahunnya.”tegas Wafiq. Wafiq asal Dusun Bengkal Tanjungsari Pacitan tersebut sebagai mahasiswa UGM Jogja semester 8 jurusan Ilmu Komputer, yang kini nyambi sebagai asisten dosen. 

Agak aneh memang, meski suka dengan matematika dan sudah membawanya berkali kali peroleh juara, namun wafiq tidak memilih bidang matematika saat meneruskan jenjang kuliah. “Saya memilih ilmu komputer karena kalau komputerkan ibaratnya memiliki dasar matematika sama pemograman. Nah kebetulan kedua duanya itu suka jadi terus kenapa gak ke matematika karena kalau kedepannya itu nanti karir kedepannya kan lebih bagus di IT, matematikanya dapat IT nya juga dapat.”ungkap Wafiq.

Memang agak jauh dengan anak anak seusianya, keseharian Wafiq lebih banyak untuk belajar daripada bermain. Tidak heran jika diusianya 9 tahun sejak kelas 4 sd sudah mengukir banyak prestasi dari bidang matematika. “Tahun 2020 saya dapat medali emas olimpiade tingkat nasional lalu 2021 dapat perunggu tingkat international.”tambah Wafiq.

Untuk memperoleh seperti sekarang ini, Wafiq tidak pernah bosan mengikuti olimpiade yang di gelar resmi oleh perguruan tinggi. Selain rajin ikut di kompetisi nasional yang resmi, mahasiswa kelahiran 6 Juli 1998 itu juga ikut yang di gelar di kampus kampus dan hasilnya selalu membanggakan menjadi sang juara. “Saya sering ikut olimpiade sejak SD tapi belum pernah dapat juara. Tapi justru setelah di perguruan tinggi sering ikut selalu dapat juara.”tutup Wafiq dengan bangga.

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 13.10
Comments
0 Comments