APBD 2020 Pacitan Silpa Rp.96 Miliar Lebih, Ketua DPRD Penyebab Silpa Perlu ‘Dionceki’ Lebih Dalam

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 21 Juni 2021

Grindulu FM, Pacitan -Sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (Silpa) APBD 2020 Pacitan mencapai miliaran rupiah. Tepatnya di angka Rp.96.552.034.829,67. Angka tersebut terungkap setelah Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan Nota laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020 Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pacitan di Gedung DPRD, Senin(21/06/2021)

                                       

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menyampaikan, nilai silpa tersebut tertinggi dari bidang pendidikan dan bidang kesehatan.
“Sebagian besar merupakan silpa yang peruntukannya dialokasikan kembali sebagaimana ketentuan yang berlaku yaitu sisa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sisa KAS di bendahara dana kapitasi JKN, sisa KAS di Blud (RSUD), dana bagi hasil cukai hasil tembakau, bantuan keuangan provinsi dan dana alokasi khusus yang terdiri dari dana tunjangan profesi guru PNS Daerah, dana tambahan penghasilan guru, dana bantuan operasional penyelenggaraan pendidikan kesetaraan, dana bantuan operasional keluarga berencana, dana pelayanan administrasi kependudukan, dana pelayanan administrasi kepariwisataan, koperasi dan umkm, dana insentif daerah dan DAU tambahan. Sisa lebih anggaran ini akan dialokasikan kembali untuk kegiatan program perioritas bupati yang belum tertampung dalam APBD murni. Nanti akan kita tuangkan dalam rancangan APBD perubahan tahun anggaran 2021.”jelas Bupati Indrata saat di konfirmasi usai sidang paripurna

Sementara dalam peripurna tersebut Bupati Indrata juga menyampaikan laporan jika pendapatan daerah sejumlah Rp.1.624.631.028.789,38
Adapun besaran belanja daerah Rp. 1.570.990.460,45 dengan pembiayaan penerimaan pembiayaan Rp.42.191.996.500,74 dan pengeluaran pembiayaan Rp.00,00(Nol Rupiah).
Meskipun silpa anggaran di nilai cukup besar namun pada intinya lanjut Bupati Indrata nantinya tetap kembali pada masyarakat. Karena itu adanya silpa lanjut Aji tidak perlu di permasalahkan.
:”Pada intinya anggaran itu atau silpa itu tetap kembali lagi untuk masyarakat. Mudah mudahan harapan saya eee.. aturan dari Pusat tidak akan ada istilah baru yang mempengaruhi hal tersebut.”kata Bupati Aji
Dalam kesempatan yang sama, Roni Wahyono Ketua DPRD Pacitan menanggapi adanya silpa cukup tinggi tersebut mengatakan, silpa itu biasa. Yang tidak biasa itu jika di ketahui sebabnya mengapa bisa silpa tidak masuk akal.

“Dimana silpa akan selalu ada di setiap kegiatan. Tahun ini kita maklumi ada silpa cukup besar. Kita maklumi untuk tahun ini besar karena memang juga ada silpa dari anggaran penanganan Covid-19. Akan tetapi nanti untuk lebih detailnya akan kami bicarakan dalam rapat badan anggaran. Yang nanti akan kita berak down bahas di masing masing komisi.”tambah Roni Wahyono Ketua DPRD
Silpa yang cukup besar tersebut tidak bermasalah lanjut Roni, Cuma perlu di cermati dulu penyebab silpanya itu apa dulu. Apakah memang karena sisa anggaran saja ataukah memang ada kegiatan yang tidak bisa di laksanakan.” lha itu kan harus di cermati dulu. Kita tidak bisa ngomong silpa itu tidak masalah, silpa ini bermasalah, harus di onceki dulu satu satu penyebape nyaopo.”imbuhnya
Keterlambatan juklak dan juknis dari Pusat kadang ikut menjadi penyebab. Seperti ketika ketentuan dana refocussing untuk penanganan Covid-19 terhenti dari pusat maka sistem keuangan yang baru jadi kendala di daerah.

Dalam perubahan nanti akan di bahas DPRD tahun ini juga.”Jadi nanti kita apa,perubahan ini kita bahas nanti di perubahan APBD ini menjadi kita jadi silpa, kira bulan September. Nanti oktober nopember desember 3 bulan itu sehingga harapannya silpa ini tidak dilaksanakan untuk pekerjaan fisik yang besar karena waktu kita hanya 3 bulan. Artinya kalaupun bidang fisik itu bukan yang lelang.  Karena kalau lelang itukan butuh waktu proses. Ah..itu bisa jadi satu masalah tersendiri. Contoh kalau ada pekerjaan pekerjaan yang kecil kecil saja ibarate rabat jalan 30 meter aja ya yang sekiranya bisa disesuikan dalam jangka waktu 3 bulan.”tutup Roni Wahyono


 

Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 16.41
Comments
0 Comments