Jutaan Ton Sampah Masuk TPA Dadapan Tiap Tahun, Tempat Pembuangan Akhir Terancam Over load

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 20 Mei 2021

Grindulu FM, Pacitan -Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang terletak di Desa Dadapan terancam bakal tertimbun tumpukan sampah karena kapasitas TPA tak lagi bisa menampung produksi sampah dari rumah tangga di Kabupaten Pacitan. Semakin hari tumpukan sampah tersebut semakin tak bisa di bendung.

                                      

Data Dinas Lingkungan Hidup, sudah sejak tahun 2018 tempat pembuangan akhir sampah di dadapan tersebut sudah penuh apalagi dengan adanya dampak banjir bandang 2017 lalu, nyaris semua sampah di buang di TPA. Saat ini kondisi TPA  nyaris overload.

“Geomembrane dan ipal saat ini tak terbangun gara gara kena dampak refocussing. Sedangkan kita maksimalkan selter yang lama, jika tahun anggaran 2022  tidak juga ada kelanjutan pembangunannya maka bisa dipastikan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Dadapan tidak maksimal sebab sudah overload.”kata Joni Maryono Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Ditambahkan Joni Maryono, geomembrane sendiri berfungsi sebagai lapis kedap menjaga tanah tetap asli dan tidak tercemar oleh mikroorganisme jahat pembawa masalah baru dalam tumpukan sampah.
Selama ini selain TPA, pihaknya mendapati sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) juga tidak kuat menampung sampah. Sehingga semua sampah larinya ke TPA Dadapan yang menyebabkan terancam terjadinya tumpukan menggunung.

Di tambahkan Joni, kondisi overload nya TPA  dadapan tersebut mengancam pengelolaan sampah di Pacitan tidak bisa maksimal lagi.
Kapasitas data sampah  TPA dadapan 2018 sudah mencapai 9.796.564 ton. Masuk pada tahun 2019 mencapai 10.377.000 ton dan pada tahun 2020 mencapai 12.074.100 ton. Belum genap setahun 2021, sejak januari hingga mei ini saja sudah tercatat 3.963.247 ton sampah masuh ke TPA Dadapan.
Rata rata per hari rumah tangga produksi sampah bisa mencapai 35 ton. Tidak heran jika ada perkiraan jika di tahun 2022 TPA dadapan bakal tertimbun sampah atau overload.

Di ketahui, pengelolaan sampah di pacitan selama ini ada tiga cara yakni kita kenal dengan 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Sampai sekarang  tiga cara pengolahan sampah tersebut masih menjadi cara terbaik dalam mengelola dan menangani sampah dengan berbagai permasalahannya.
 “Yang perlu kita tekan pada masyarakat itu jangan buang sampah sembarangan tempat dan jangan main bakar sampah.”kata Joni

Tapi sayangnya soal sampah ini warga masih memburu gampangnya. Padahal larangan membakar sampah sudah di atur dalam perda. “Masalah ini yang masih perlu kita gencarkan sosialisasinya di tengah tengah masyarakat dengan pendekatan humanisme.”ujar Joni
Mendengar laporan itu, Bupati Pacitan Indrata Nur bayuaji menyarankan agar manajemen pengelolaan sampah harus di lakukan dari keluarga atau rumah tangga dan juga seluruh warga masyarakat pacitan. Ancaman tumpukan sampah itu harus menjadi tanggungjawab bersama.

“Pengelolaan sampah yang selalu menambah point baik, dengan terbukti anugerah adipura yang di peroleh pacitan terus menerus itu harus di tingkatkan lagi jangan kendur untuk manajemen pengelolaan sampah di tingkat warga.”ujar Bupati Indrata

Salahsatu penanganan masalah timbunan sampah di pacitan harus di upayakan dengan program inovatip seperti missal, zero waste. Sehingga kondisi TPA akan tetap aman hingga 2022. Tapi apa daya anggaran tak sampai untuk mewujudkan program zero waste di pacitan untuk saat ini.

“Berat sampah per kg/perhari di Pacitan mencapai 28 ribu ton dengan jumlah TPS 10. Sedangkan Kondisi armada milik Dinas Lingkungan Hidup sekarang ini juga banyak yang kondisinya tidak laik atau rusak.”tutup Joni Maryono dalam paparannya di hadapan Bupati dan Wakil Bupati



Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 12.53
Comments
0 Comments