Tujuh Belas Ruas Jalan Perbatasan Pintu Masuk Ke Pacitan Jadi Perioritas Pembangunan Infrastruktur Program Kerja Aji-Gagarin

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 20 Mei 2021

Grindulu FM, Pacitan -Salah satu visi misi kepemimpinan Aji-Gagarin adalah memperioritaskan pembangunan infrastruktur di setiap perbatasan pintu masuk ke Kabupaten Pacitan.
Dalam rapat koordinasi dengan pejabat tiga organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Perumahan dan Permukiman dan Dinas Lingkungan Hidup, Rabu(19/05/2021) di ruang pertemuan Dinas PUPR, Bupati Indrata Nur Bayuaji menargetkan untuk memperioritaskan pembangunan infrastruktur jalan perbatasan   pintu masuk ke Pacitan yang merupakan  jalan milik kabupaten.

                                     

“Begini intinya pertemuan tadi menyelaraskan dengan visi misi kami yang terjabarkan dalam tujuh perioritas tadi.  Kebetulan dari tujuh perioritas tadi perioritas pertama itu adalah infrastruktur. Maka pertemuan dengan PUPR, PERKIM, DLH tadi bisa selaras untuk menunjang visi misi kami. Artinya jalan perbatasan dan berbasis lingkungan dan juga jalur antar kecamatan itu perioritasnya.”kata Bupati Indrata

Harapan Bupati Indrata, dari 17 ruas jalan perbatasan itu nanti bisa tertangani, namun Wakil Bupati Gagarin  dalam rakor tersebut menyampaikan tidak perlu semua yang penting ada satu  atau dua titik dari 17 ruas jalan itu yang dibangun duluan  yang penting pembangunannya tuntas.

Namun Bupati Indrata memberikan arahan agar kerjasama dengan kharisma pawirogo di jalin. Sehingga ke 17 ruas jalan perbatasan dan antar wilayah itu semua bisa terealisasi.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Bupati Pacitan Gagarin Nugroho juga menambahkan jika selama ini Pemkab Pacitan yang mempunyai wewenang terhadap jalan kabupaten telah menggelontorkan anggaran yang tidak sedikit untuk infrastruktur.

“Perbaikan dan pembangunan infrastruktur terus di genjot, salahsatunya jalan perbatasan, lingkungan dan antar kecamatan, itu semata mata demi pemerataan pembangunan antara kota dan desa.”tambah Gagarin
Sementara itu Bupati Pacitan yang lebih akrab di sapa Aji itu kembali menegaskan kondisi pandemi Covid-19 yang sempat menguras pundi pundi kekuatan anggaran daerah tidak mempengaruhi untuk bisa merealisasikan perioritas pembangunan infrastruktur tersebut.

“Saya pikir, saya sudah bisa menyesuaikan dengan hal tersebut (refocussing)  dan harapannya  kekuatan anggaran daerah kembali maksimal dengan  melakukan gerak cepat dalam menjalin kerjasama antar Kabuptaen dan juga terobosan terobosan baru.”kata Aji

Untuk di ketahui, 17 ruas jalan perbatasan yang menjadi perioritas pembangunan di masa kepemimpinan Aji-Gagarin itu adalah  ruas jalan Sukorejo – Klepu Sudimoro, ruas jalan Cangkring – Sembowo – Batas Ponorogo, ruas jalan Wonokarto – Batas Ponorogo, ruas jalan ketro – slahung, ruas jalan Gemaharjo – Binade, ruas jalan Jeruk – Bandar, ruas jalan Bangunsari- Batas Ponorogo, ruas jalan watupatok – Badegan- Batas Ponorogo, ruas jalan Jatimalang-Karanggede Batas Jateng, ruas jalan Tokawi- Batas Jateng, ruas jalan Penggung – Sidorejo, ruas jalan Penggung – Benggolo, ruas Jalan Tinatar – Batas Jateng, ruas Jalan Gondosari – Ploso Batas Jateng, ruas Jalan Gondosari – Kebonsari- Batas Jateng, ruas Jalan Kalak – Batas Jateng dan ke 17 adalah Jalan Donorojo – Batas Jateng. Dari masing masing ruas jalan tersebut di proyeksikan kebutuhan anggaran bervariasi. Mulai dari yang terkecil di perkirakan kebutuhan anggaran per ruas dari mulai Rp. 500 juta hingga Rp. 4 Miliyaran.

Atas adanya permintaan perioritas tersebut, mulai Kamis(20/05/2021) Dinas PUPR akan bergerak untuk memulai identiikasi untuk kemudian di jadikan skala perioritas.
“Salahsatu skalanya jadi perioritas apakah di lokasi ruas jalan yang akan dibangun itu perekonomiannya bagaimana, kepadatan penduduknya berapa, lintasan harian kendaraan berapa. Jalur lintas yang ramai akan di dahulukan,di contohkan jalur Slaung dengan Ponorogo, Trenggalek. Akan teapi dari 17 ruas jalan yang masuk perioritas  itu di perkirakan baru tiga  ruas yang akan jadi perioritas pembangunan tahap awal.”jelas Edy Yunan Ahmadi Kepala Dinas PUPR.
Selain itu untuk PUPR juga ada perioritaskan pembangunan tugu batas kabupaten. Diantaranya tugu batas kabupaten pacitan trenggalek. Tugu batas kabupaten pacitan Purwantoro, tugu batas Cemeng Kecamatan Donorojo dan tugu batas Gemaharjo.

Dalam rapat koordinasi tersebut Bupati juga menyinggung solusi penanganan banjir kota dan kekeringan.
Selain soal infrastruktur jalan, PUPR juga memiliki beberapa program kerja di antaranya seperti, bendungan tukul di harapkan tahun 2022-2023 pembangunan pipa transmisi dari bendungan tukul s/d IPA Arjosari dan Purworejo bisa segera dirasakan pemanfaatannya. Dan juga mendorong percepatan pembangunan bendungan Wadah di Desa Klepu Kecamatan Sudimoro. banjir kota dan kekeringan ternyata juga tak luput dari program kerja Dinas PUPR dalam anggaran Tahun 2022.



Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 12.20
Comments
0 Comments