Setelah Mabes Polri Diserang, Pintu Masuk Kantor Polisi Dijaga Ketat Petugas Bersenjata Lengkap Dan Awasi Orang Yang Masuk

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Senin, 05 April 2021

Grindulu FM, Pacitan -Pasca di serangnya Mabes Polri, Kantor Polres Pacitan mulai memperketat penjagaan. Keamanan dan pengawasan keluar masuknya orang ke kantor polisi lebih di tingkatkan dari hari biasanya. selain di awasi dengan CCTV online, juga di kondisikan penjaga polisi dari satuan shabara bersenjata lengkap di pintu masuk dan ruang pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

                                       

“Seluruh lingkup kantor polres ini sudah di lengkapi CCTV online di setiap sudut, bahkan jalan rayapun sudah ada dan konek dengan Handphone Kapolres. Namun sejak ada aksi teror di Mabes Polri, sekarang sudah ada personil dari shabara apabila keadaan kontigensi, personil dari shabara dengan senjata lengkap standbay untuk berjaga untuk melindungi petugas spkt ini yang berinteraksi dengan masyarakat.”jelas Kapolres AKBP Wiwit Ari Wibisono
Kapolres Pacitan AKBP Wiwit Ari Wibisono menyatakan, pihaknya juga meningkatkan keamanan dan pengawasan di perbatasan pintu masuk kota Pacitan.
Kata Kapolres Wiwit, penjagaan ketat di fokuskan di ruang SPKT yang biasa berinteraksi dengan masyarakat umum. Meskipun sampai hari ini sesuai data inteligen memang tidak ada paham radikalisme di Pacitan.
“Namun kita tidak boleh Underestimate terhadap situasi, tetap kita lakukan penggalangan kepada masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan saluran group WhatsAAP patuh dengan saluran bhabinkatibmas. Bhabinkatibmas di Pacitan semuanya harus proaktip mengenali masing masing Ketua RT.
Seperti diketahui Rabu kemaren, Mabes Polri diserang oleh seorang perempuan bersenjata.
Peningkatan penjagaan di Mako Polres Pacitan sebenarnya sudah di lakukan sejak lama dengan penjagaan ketat. Namun menyusul kasus penyerangan di Mabes Polri, penjagaan dan pengawasan lebih di perketat lagi. Selain instansi Polri lanjut AKBP Wiwit, instansi pemerintah dan masyarakat umum juga diminta meningkatkan pengamanan terutama setiap masyarakat bisa menjadi satpam bagi dirinya sendiri dan lingkungannya masing masing.
“Masyarakat harus bisa jadi polisi bagi dirinya sendiri terlebih pada saat ini kita ketahui bersama radikalisme, teror juga meningkat. Cegah tangkal radikal dari tingkat RT ini luar biasa. Jika ada paham paham yang nyleneh pasti mereka akan lapor ke ketua RT atau bhabinkamtibmas ini  yang kita terapkan di Pacitan ini. Sehingga kerja kita santai namun serius.”imbuh AKBP WIiwit
Dikatakan kembali oleh Kapolres, penjagaan kantor Polisi memang lebih diperketat dengan hanya satu pintu masuk, tidak ada dua pintu masuk ataupun bahkan tiga pintu masuk tidak ada.
“Kita sudah buatkan SOP nya. Dan jika memang ada keadaan yang kontigensi yang memang kita harus perketat SOP yang kontigensi itulah yang kita pakai yaitu dengan didepan diperketat diperiksa semuanya dan membawa senjata lengkap dengan body face vest polisi dan penjagaan tidak sendiri. Demikian.’pungkas Kapolres AKBP Wiwit



Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 14.31
Comments
0 Comments