Pandemi Covid-19 Bikin Kontraksi Hebat Pertumbuhan Ekonomi Pacitan Minus 1,84%

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 25 Maret 2021

Grindulu FM, Pacitan - Pemulihan ekonomi menjadi tema dalam Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan)Daerah Pacitan tahun 2022. “Tema pembangunan Daerah Kabupaten Pacitan tahun 2021 adalah pertumbuhan ekonomi dan penanganan kemiskinan melalui pengembangan pariwisata yang di dukung sektor unggulan.”papar Pamuji Kepala Bappeda Pacitan, saat menyampaikan laporan pada acara musrenbang, Rabu (24/03/2021) di Gedung Karya Dharma. 
 
Seperti di laporkan Pamuji, kondisi pertumbuhan ekonomi Pacitan sejak 2016 stagnan tapi masuk tahun 2020 dimana terjadinya pandemi Covid-19 kontraksinya luar biasa hebat, sehingga mengakibatkan Kondisi perekonomian Pacitan minus 1,84 persen. Kontraksi yang di akibatkan pandemi Covid-19 menjadi alasan kondisi ekonomi dan pembangunan di Pacitan menjadi tidak sesuai dengan rencana awal, yang pernah disepakati dan nyaris jauh dari harapan, bahkan bikin prihatin sejumlah kalangan termasuk anggota DPRD, karena anggaran untuk pembangunan infrastruktur harus di refocusing. 
 
Karena itu Bupati Pacitan Indartato berharap pada Bupati baru nanti agar bisa memanfaatkan musrenbang menjadi perencanaan yang sebaik baiknya untuk kepentingan masyarakat. “Berkaitan dengan itu saya hanya bisa mengajak manfaatkan sebaik baiknya musrenbang ini untuk kepentingan masyarakat, pandemi belum usai jangan sampai perencanaan ini nanti kena refocussing seperti pada masa saya.”ujar Indartato Bupati Pacitan. \
 
Menjadi masalah yang terus di hadapi Pacitan hingga akhir masa jabatannya sebagai bupati dalam dua periode adalah angka kemiskinan yang tak jua turun tapi malah justru naik lagi membuat bupati sedih dalam ketidak berdayaannya karena hantaman badai Covid-19. Seperti di ketahui dalam laporan musrenbang RKPD tahun 2022 terkuak sejumlah data yang disebutkan bersumber BPS Kabupaten Pacitan 2021 yang butuh perhatian serius bahkan solusi jitu dari para pemangku kepentingan. "Prosentase kemiskinan di Pacitan saat ini 14,54% dari sebelumnya 13,67% atau bertambah 296,271 jiwa. Pandemi Covid-19 ternyata juga banyak perempuan melahirkan, buktinya jumlah penduduk di Pacitan tahun 2020 bertambah 5,54% dari tahun 2019 di angka 0,16%. Jumlah pengangguran terbuka juga ikut ikutan bertambah begitu juga IPM Kabupaten Pacitan tahun 2020 di laporkan turun 68,39 dimana pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan Rp.8.796.000. “Angka ini masih sangat rendah.” kata Indartato Bupati Pacitan.
Sementara itu angka kematian ibu per 100.000 kelahiran tahun 2020 ini masih butuh perhatian serius 9,31 meski turun di banding tahun 2019 lalu. Sedangkan angka kematian bayi per 1000 kelahiran di tahun 2020 masih di prosentase 8,67% Dalam musrenbang RKPD 2022 juga disebutkan, proyeksi pendapatan 2022 sebesar Rp.1,654 T dengan rincian PAD 193 Milyar, pendapatan transfer 1,4 Trilyun dan lain lain PDS 45Milyar. 
 
Adapun target kinerja 2022 untuk pertumbuhan ekonomi realisasi tahun 2020 adalah -1,84 target 2022 angka proyeksi 5,78. Pengangguran terbuka realisasi tahun 2020 adalah 2,28 target tahun 2022 angka proyeksi 0,80 sedangkan penduduk miskin realisasi tahun 2020 adalah 14,54% tahun 2022 target angka proyeksi 14,33. Indeks pembangunan manusia realisasi tahun 2020 adalah 68,39 target tahun 2022 angka proyeksi 68,50. Sementara itu kualitas lingkungan hidup realisasi tahun 2020 adalah 72,895 target tahun 2022 angka proyeksi 73,70.
 
Melihat kondisi pacitan imbas pandemi Covid-19 banyak anggaran yang terpangkas atau bergeser untuk penanganan Covid-19 Ketua DPRD Pacitan Rony Wahyono menyampaikan beberapa pokok pikiran, diantaranya agar musrenbang 2022 lebih diperjelas target, arah, tujuan, sasaran dan mempertajam program unggulan. Rony juga menyoroti soal tumpang tindihnya data bantuan sosial yang ada dimasyarakat. “Tumpang tindihnya data bantuan sosial yang ada di masyarakat berawal dari kurang validnya input di lapangan atau desa, permasalahannya adalah admin desa mengalami kesulitan dalam proses update data Terpadu Kesejahteraan Sosial(DTKS).”tutup Ketua DPRD
 
Editor : Asri Nuryani

Blog, Updated at: 13.42
Comments
0 Comments