Pastikan Seluruh Warga di Rumahsakit, Rutan dan Wisma Atlit Dapat Gunakan Hak Pilihnya, Ditunjuk 16 TPS Pengampu

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 08 Desember 2020

Grindulu FM, Pacitan - Bagi anda pemilih yang kondisinya tidak memungkinkan untuk datang ke TPS(Tempat Pemungutan Suara) pada 09 Desember 2020 besuk tidak perlu sedih. KPU sudah menyiapkan 16 TPS yang ditunjuk untuk mengampu pemilih yang sedang dirawat dirumahsakit, wisma atlit dan juga rutan(rumah tahanan). Nanti ada petugas dari 16 TPS pengampu akan mendatangi ke rumahsakit, wisma atlit dan juga rumah tahanan. Ketua KPU Kabupaten Pacitan Sulistyorini mengatakan, ada petugas  yang nanti akan mendatangi rumahskit,wisma atlit sebagai rumah singgah pasien positip covid-19 dan rumah tahanan dengan menggunakan APD(Alat Pelindung Diri).

                                       

Sedangkan untuk pasien dirumahsakit, petugas akan dilindungi dengan penggunaan APD level 3. Menurut Rini, semua itu dilakukan sesuai yang diatur dalam pasal 72 Peraturan KPU(PKPU)Nomor 6 Tahun 2020 tentang pelaksanan pilkada lanjutan dalam kondisi Bencana Nonalam Covid-19. Pada PKPU dijelaskan pemilih yang sedang dirawat inap atau isolasi mandiri atau positip Corona berdasarkan data perangkat daerah bisa menggunakan hakpilihnya di TPS yang dekat dengan rumahsakit. 


“Hari ini kita berkoordinasi dengan pihak Rumahsakit dan Gugustugas kita minta data pemilih pasien di wisma atlit dan rumahsakit serta rumah tahanan nanti untuk proses pencoblosan mereka menggunakan A-5. Kita akan melakukan perosedur itu sangat ketat. Petugas akan mendatangi. Artinya sesuai aturan KPU kalau yang bersangkutan tidak meminta tidak akan memaksa. Isolasi mandiri mereka meminta kepada KPPS di masing masing TPS. Kalau ada permintaan akan di datangi. Petugas KPPS d ilengkapi apd sesuai standart protokol kesehatan.”jelas Rini.


Setelah Pemilih didata KPU menugaskan PPK atau PPS untuk menyiapkan TPS yang akan melayani pemilih tersebut.“Nanti disiapkan TPS dengan memperteimbangkan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak pilih dan ketersediaan surat suara. Kemudian setelah TPS ditunjuk ketua KPPS akan menunjuk dua orang dan didampingi Bawaslu untuk mendatangi pemilih tersebut dirumah sakit, wisma atlit maupun di rumah tahanan.”sambung Rini.


Dalam kesempatan terpisah dokter Iman Dharmawan Direktur Utama RSUD dr.Darsono membenarkan jika tanggal 9 Desember besuk ini akan ada petugas khusus dari TPS yang akan mendatangi pasien Covid-19 yang dirawat di rumahsakit.“O Ya menggunakan APD lengkap tapi di bantu oleh teman teman kita dari perawat yang khusus pasien isolasi. Karena masuk ruang Tulip, Sooka dibantu oleh temen temen yang menggunakan APD level tiga supaya dibantu dalam pemeriksaannya itu sudah kita lengkapi.Ada sekitar 70an pasien yang dirawat inap dirumahsakit saat ini.”kata dokter Iman.


Sementara untuk pemilih yang datang ke TPS harus  di tekankan untuk menerapkan protokol kesehatan, terutama 3 M(mencuci tangan, memakai masker dna emnjaga jarak). Jumlah pemilih ditiap TPS akan diatur kedatangan waktunya lanjut Ketua KPU.

Saat disinguung soal pengaruh dengan tingkat partisipasi kehadiran ke TPS dengan dampak covid-19, Ketua KPU Rini optimis saja mudah mudahan tidak berpengaruh. Kita pastikan petugas yang bertugas hasilnya rapidtest negatip semua dan protokol kesehatan juga kita siapkan secara memadai. Masyarakat tolong jangan ragu takut datang ke TPS.Seluruh proses Pilkada sudah kita laksanakan dengan protokol kesehatan.


“Jumlah Pemilih yang datang ke TPS kita atur dengan pemberitahuan jam kedatangan supaya tidak terjadi kerumunan dan dapat dilakukan jaga jarak. Selain itu sebelum masuk kita siapkan petugas yang akan lakukan cek suhu tubuh. Jika ada yang suhunya diatas 37 derajat celcius kita siapkan juga TPS khusus.”pungkas Rini

Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 14.26
Comments
0 Comments