Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Bertambah, Mayoritas Pasien Dengan Komorbid

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 08 Desember 2020

Grindulu FM, Pacitan - Kabar duka akibat Covid-19  terus  bertambah setelah menyusul dalam minggu awal Desember 2020 menyusul hasil rilis di laporkan tambahan 3 orang pasien covid-19 meninggal dunia dalam waktu sehari. Pasien Covid-19 yang meninggal dunia tersebut mayoritas masih didominasi pasien dengan penyakit penyerta atau comorbid. Dokter Iman Dharmawan Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan mengatakan, sejak april hingga 07 Desember 2020 untuk perkembangan kasus  Covid-19 di Kabupaten Pacitan  tercatat yang meninggal dunia sebanyak 15 orang.

                                       
Meski ada penambahan pasien meninggal dunia akibat Covid-19 akan tetapi Pacitan masih tetap kategpri zona kuning dengan resiko penyebaran rendah.
“Ditahun 2020 tanggal 07 Desember, Pacitan masih zona kuning. Menempati 33 Kab/Kota sejawatimur yang ada di zona kuning setelah  Kabupaten Sampang. DiPacitan ada 23 kasus pasien yang dirawat di Wisma Atlit. Semakin hari semakin menurun meski disisi lain yang meninggal dunia bertambah.Karena memang Covid-19 suatu penyakit yang bisa menyebabkan meninggal dunia.”kata Iman


Ditambahkan dokter Iman, Hari Senin(07/12/2020) tim dokter RSUD dr.Darsono Pacitan melakukan auidt kematian pasien positip Covid-19.hasilnya Komorbid jadi penyebab terbanyak kematian pasien Covid-19 di Pacitan. 


Memang lanjut dokter Iman, karena penyakit bawaan ada yang sakit paru paru dan diabetes ini akan lebih sulit untuk recovery kondisi kesehatan. Ini menjadi perhatian khusus untuk mereka  yang komorbid usahakan tidak sampai tertular.


 “Hari ini di lakukan audit kematian bersama sama rekan rekan dokter rumahsakit, pasien meninggal dunia itu ada comorbidnya. Jadi dirumahsakit ini tinggal 12 pasien positip dengan gejala atau dengan penyakit penyerta(comorbid) dengan rincian, dirawat di ruang sooka 9 orang dan 3 pasien positip lainnya di rawat di ruang tulip.”ujar dokter Iman saat di konfirmasi wartawan

                                  
Di tambahkan dokter Iman, ke 12 pasien positip covid-19 dengan penyakit penyerta yang masih dirawat dirumahsakit ini sangat rentan memunculkan sebaran kepada petugas kesehatan di rumahsakit. Karena itu petugas yang merawat pasien psoitip covid-19 itu dilengkapi dengan imunitas diri yang kuat serta gizi seimbang dan dilengkapi APD(Alat Pelindung Diri)level 3.


Sementara itu Update resmi Dinkes Kabupaten Pacitan 06 Desember 2020, total yang positip Covid-19 selama 9 bulan ada 369 dengan rincian, di rawat di Wisma Atlit 26 orang per tanggal 07 Desember 2020 di nyatakan sembuh 19 orang sehingga yang di rawat di wisma atlit tinggal 4 orang sekarang. Adapun kabar kesembuhan terus menggembirakan  diangka 322 orang. 


Penambahan angka kematian pasien positip Covid-19 di Pacitan akhir tahun 2020 kali ini ikut membuat prihatin Bupati Pacitan Indartato. Memang hal itu tidka berlebihan. Pasalnya, dalam sehari ada 3 pasien yang meninggal akibat Covid-19. Sedangkan penambahan pasien positip juga masih tinggi akhir tahun 2020 ini.


“Jadi gini saya dengan tim gugus tugas memberikan informasi sejelas jelasnya pada masyarakat  tulunglah protokol kesehatan terus di jaga. Imun kita tetap di jaga juga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Yang kita prihatin adanya kabar meninggal dunia bertambah. Mudah mudahan tidak zona merah apalagi masuk zona oranye seperti sebelumnya".


Sementara bagaimana agar tubuh kita terhindar dari virus Corona, Dokter Daru Mustikoaji memberikan tips khusus bagi yang belum terpapar Covid-19 maupun yang sudah dinyatakan positip Corona, satu di antaranya yang dianggap jitu dan berkali kali ditegaskan oleh dokter Daru, selalu untuk merasa senang gembira.


“Yang penting pertama jangan sampai stres inggih, karena stres itu menurunkan imun nah itu harus harus dibuat jangan stres, tenang menghadapi Covid karena nanti yang tidak bergejala diisolasi di wisma kalau yang bergejala di obati disini seoptimal mungkin oleh tenaga kesehatan yang disini, tetep senang makan minum inggih biasa normal yang bergizi dan yang paling penting jangan smapai stres banget.”tutup dokter Daru

Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 14.18
Comments
0 Comments