Pasien Covid-19 di Rumahsakit dr.Darsono diPindah Dalam Satu Gedung Ruang Sooka C

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Selasa, 29 Desember 2020

Grindulu FM, Pacitan -Bangunan Dana Alokasi Khusus(DAK) Tahun Anggaran 2019 Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) dr. Darsono Pacitan bakal di jadikan ruang perawatan bagi pasien covid-19 yang memiliki gejala mengarah Covid-19. Pemindahan pasien positif Covid-19 yang sebelumnya di rawat di ruang Sooka A, Sooka B dan ruang Tulip  itu di lakukan Senin(28/12/2020).

Lokasinya berada di bangunan belakang yang belum jadi paripurna dan berjarak dengan bangsal perawatan pasien umum.

Saat Wartawan di ajak keliling melihat ruangan isolasi oleh Direktur Rumahsakit dr.Iman Darmawan, di dalam ruang isolasi terdapat 24 tempat tidur yang telah di sesuaikan  agar ada jaga jarak. Bahkan dokter dan perawatnyapun, yang bertugas berjaga juga sudah di persiapkan untuk masing masing ruangan. Dalam satu ruangan ada yang tempat tidurnya satu, ada juga yang tempat tidurnya lebih dari satu.

“Di sini kita siapkan 24 tempat tidur, hari ini akan di isi 18 pasien pindahan dari beberapa kamar isolasi sebelumnya seperti sooka A, sooka B dan tulip semua kita pindah siang ini ke ruang sooka C ini. Alat alat kelengkapan untuk merawat pasien covid-19 juga kita sediakan termasuk hipa filter. Dengan hipa filter ini tujuannya agar virus tidak ikut terbawa lewat udara atau tidak dihirup yang bisa menjangkiti orang lain.”terang dr. Iman saat memperlihatkan kondisi ruang isolasi pasien covid kepada sejumlah wartawan.Senin(28/12/2020)

Penambahan ruang isolasi perawatan pasien Covid-19 yang memiliki gejala itu untuk mengantisipasi kelonjakan kasus dan juga munculnya penyakit penyakit menular lainnya di akhir tahun dan masuk tahun baru 2021.

“Rumahsakit sudah menyiapkan ruang isolasi khusus pasien covid-19, meskipun kita tak berharap ruangan itu diisi tapi setidaknya untuk antisipasi munculnya penyakit lain yang dirujuk kerumahsakit, kita menyiapkan ruang isolasi pasien covid-19 agak jauh jaraknya dengan pasien umum. Kita ketahui, akhir Desember ini pasien covid-19 yang dirawat di rumahsakit kelebihan. Ada 113 persen kelebihan pasien covid. Pasien yang ada sudah melebihi jumlah yang di tentukan. Itu memang pasien yang terkonfirmasi Covid-19 yang di kirim dari puskesmas mengalami peningkatan.”ujar dr. Iman

Virus corona memang telah menjadi masalah bagi kesehatan warga Pacitan selama 10 bulan sejak Maret lalu hingga Desember 2020. Penambahan kasusnya sangat mengejutkan dan membuat geger pemerintahan dalam hal ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di penghujung tahun 2020. Misalnya, dalam sebulan Desember penambahan positif Covid-19 tidak bisa dibendung lagi. Bahkan semakin ujung tahun semakin banter penambahan pasien positif Covid-19. Tren setiapharinya bertambah belasan hingga puluhan. 

 Penambahan bulan Desember 428 positif Covid-19 sudah melampui angka penambahan Maret hingga Nopember capai 339 kasus. Melihat angka itu, berarti puncak tambahan kasus Covid-19 di Pacitan terjadi di bulan Desember. Pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dirawat di rumahsakit, terang dr. Iman Darmawan, yang ada di ruang tulip tercatat ada 4 pasien, di ruang sooka a ada 23 pasien, kemudian yang sekarang melebihi ada di sooka b ada 18 pasien. “Yang baru RapidTest 10 orang termasuk dari dinas kesehatan hari ini, kalau positif  dan bergejala di suruh masuk sooka B. Yang tidak bergejala karantina wisma atlit. Jadi total ada 188 tempat tidur terisi sekitar 113 persennya pasien covid-19. Keseluruh pasien Covid-19 yang masuk rumahsakit di pindahkan dalam satu gedung diruang sooka c bangunan baru dari DAK(Dana Alokasi Khusus) Tahun Anggaran 2019.”pungkas dr.Iman 


Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 14.44
Comments
0 Comments