Pekan Ini Pacitan Kembali Zona Orange Covid-19

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Kamis, Oktober 15, 2020

Grindulu FM, Pacitan - Pemerintah Kabupaten Pacitan berencana membatasi aktivitas warganya karena kembali masuk zona orange covid-19. Pembatasan di lakukan dengan ketatnya mendata semua pendatang dari luar daerah. Pemerintah tidak boleh lengah dan kendor dalam mengingatkan Pemerintahan Desa untuk lebih aktif mendata, melaporkan siapapun warganya yang baru datang dari luar daerah apalagi dari daerah zona merah covid-19.

 

Sekretaris Daerah Heru Wiwoho mengatakan, setelah dinyatakan kembali zona orange Pemerintah Kabupaten langsung merapat menggelar Rapat  Koordinasi Evaluasi Penanganan Covid-19.

“Kita akan terus berupaya setelah ada lonjakan, kita merapat lakukan strategi langkah  kedepan. Yang jelas edukasi, sosialisasi lebih masiv. Bahkan untuk 3T harus  masiv lagi. Kita harus siap mengantisipasi semua, termasuk persiapan wisma atlit akan kita maksimalkan. Kemduian meningkatkan tingkat kesembuhan. Meningkatkan pelayanan bagi yang terpapar.”ujar Sekda

Ditambahkan Sekretaris Daerah Heru Wiwoho, pembatasan melalui  pengawasan lebih ketat kegiatan kerumunan, misal pengawasan di tempat hajatan harus ditegakkan lagi. Jangan gruduk sapen dimana saat penderita Covid-19 naik semangat tapi setelah penderita turun bahkan zona kuning malah kendor alias lengah. Yang ujungnya meledak seperti bulan Oktober kali ini.

“Kemudian akhir akhir ini pembatasan pengawasan kerumunan harus ditegak kan lagi lebih masiv. Akan menjadi sumber penularan kerumunan atau misal hajatan perlu sekali kita perhatikan. Pengawasan  harus bersama sama SatpolPP didepan Dinkes dan berkolaborasi dengan Kecamatan, instansi perkantoran untuk tidak bosan mengingatkan dan diingatkan terus untuk kita pantau jangan smapai kendur.”jelas Heru Wiwoho

Rencana juga akan lakukan Disinefksi dan penyemrprotan mandiri oleh lingkungan masing masing institusi.

“Jangan hanya njagani pemerintah saja, karena pemerintahan banyak yang diurusi, tidak hanya soal corona saja.”ujar Sekda

Tantangan lain sulitnya mengerem laju angka penderita positif covid-19 di Kabupaten Pacitan saat ini, karena mobilitas keluar masuknya warga sulit untuk dibatasi. Sementara disisi lain, penyumbang pelaku perjalanan cukup mengejutkan dibulan Oktober 2020.

“Kebijakan ini akan di berlakukan ketat sama dengan kebijakan awal saat pandemi covid april lalu.”kata Sekda

Data  Update perkembangan Covid-19 di Kabupaten Pacitan hingga Rabu(14/10/2020) tercatat kasus terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 178 orang.

Dengan kenaikan yang terus bertambah maka berdasar kan evaluasi Gugus Pusat, kini  Pacitan di tetapkan zona oranye artinya berersiko sedang dipengaruhi angka penambahan penderita positif sangat cepat dan banyak dalam kurun hampir sebulan dengan adanya 1 tambahan MD. Sebelumnya Pacitan sudah zona kuning artinya beresiko rendah karena dipengaruhi tingkat kenaikan signifikan angka kesembuhan.

Dengan kondisi itu tentu menjadi catatan dikalangan masyarakat untuk meningkatkan kepatuhan pada program pemerintah memutus matarantai penyebaran covid-19 diantaranya 3M(memakai masker,mencuci tangan pakai air mengalir dan sabun, menjaga jarak) dan 3T(Streching, Testing dan Treatmen).

Tidak heran jika Pacitan bergeser ke zona arnye, sebab penambahan terus saja tidak bisa dibendung. Apalagi dibulan Oktober.

Juru bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Rahmad Dwiyanto menyampaikan  perjalanan data Update penderita covid-19  di Pacitan, sejak April  lalu tercatat ada  4 penderita, bulan Mei  tercatat 10 penderita, bulan Juni  tercatat 10 penderita, bulan Juli tercatat 32 penderita, bulan Agustus tercatat 28 penderita, bulan September tercatat 25 penderita dan paling meledak penambahan penderita positif covid-19 terjadi dibulan Oktober tercatat 62 penderita. Sehingga membuat angka deret panjang pasien psotif covid-19 di Pacitan sejumlah 172 orang. Dengan angka kesembuhan 113 orang dan meninggal dunia 4 orang.

Adapun hasil evaluasi Tim gugus,Selasa(13/10/2020) sudah menentukan klaster yang ada di Pacitan yakni klaster Sukolilo dengan kondisi terakhir dinyatakan sembuh semua, klaster  Temboro dinyatakan sembuh semua. Klaster PLTU dinyatakan sembuh semua, klaster Nakes dinyatakan sembuh semua dan kalster Perbankan masih dilakukan pengembangan luasan sebaran sampai Oktober 2020.

“Dengan  adanya  potensi penularan sangat tinggi saat ini, kalau bisa  stay at home saja benar benar disipilin hindari kerumunan.”kata Rahmad

Menurut  Rahmad, pasien positif  di Pacitan sebagian dirawat diwisma atlit, sebagian lagi di Jogja,  Malang , Solo dan Madiun.

‘Sampai  saat ini Gugus sudah lakukan Rapid tes sebanyak  7174 dari mulai April hingga Oktober  dinyatakan  non  reaktip sekitar 6443 dan dinyatakan reaktip ada sekitar  3301 sample.  Kemudian gugus  juga sudah melaksanakan tes swab pcr sebanyak 3146 tes. Dinyatakan Negatif 2401 sample dan yang dinyatakan positif  282 sample. Menunggu  sampai dengan saat ini kita masih emnunggu swab yang dilaksanakan provinsi sekitar 400an, dan nanti malam akan dikirim hasil pemeriksaan swab  sebanyak  280 ini merupakan celengan kita untuk  kita tunggu hasilnya.”pungkas  Jubir Covid-19 Rahmad Dwiyanto

 

 

 

Editor : Asrinuryani

 

Blog, Updated at: 13.14
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03