Terkesan “Alergi” Wartawan, Dinkes dan Kominfo diDemo Puluhan Pewarta

Posted by Radio Grindulu FM Pacitan 104,6 MHz on Senin, September 28, 2020

Grindulu FM, Pacitan -Puluhan pewarta geruduk Gedung Dinas Kesehatan danKominfo. Mereka membawa delapan tuntutan. Senin(28/9/2020). Agus Wibowo Koordinator aksi demo mengatakan, yang dituntut pewarta diantaranya dr. Hendra Purwaka mundur dari jabatan Plt.Dinas Kesehatan karena dianggap “alergi” saat dimintai wartawan untuk wawancara terkait data perkembangan Covid-19.

Mereka juga menuntut Kepala Kominfo Rahmad Dwiyanto untuk menginfomasikan data covid-19 yang mudah di mengerti oleh masyarakat. Dengan tidak merilis secara online. Jika tidak di indahkan tuntutan tersebut, pewarta juga menuntut mundur Rahmad Dwiyanto dari jabatannya sebagai Juru bicara Covid-19. Selain itu pewarta menuntut apa hak bagi pasien covid 19 yang  di isolasi mandiri dirumah selama 14 hari dan setelah menjalani swab apakah mereka mendapatkan haknya dan apa hak mereka yang harus direrima dan juga menanyakan hak hak pasien covid-19 yang meninggal dunia.

“Agar masyarakat tahu sejauhmana penanganan covid-19 di Pacitan. Kami menduga ada beberapa data yang tidak transparan terkait data data penderita covid-19.”papar Agus

Sementara Indartarto Bupati Pacitan menanggapi tuntutan pewarta tersebut akan membuat teguran berupa surat edaran tertulis pada seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tidak “alergi” saat diminta wawancara wartawan.


Ditambahkan Bupati, saat ini keterbukaan informasi publik sudah jelas di undangkan. Karena itu semua pejabat dilingkup  pemkab mau untuk berbagi informasi terutama pada awak media.

Jika masih ada pejabat yang lari saat dicari wartawan untuk mencari informasi dan data, Bupati janji akan menegur, apalagi jika yang dipertanyakan seputar program pemerintahan.

“Jadi gini, ini menurut saya adalah dinamika. Jadi kalau ada saluran tersumbat saya kira pasti kita luruskan. Yang kaitannya dengan pejabat sudah barang tentu Baperzakat akan segera rapat dan siapa penggantinya karena pak hendra sudah menyatakan mundur dengan sendirinya siapa penggantinya masih dirapatkan dengan Baperzakat. Sehingga pak hendra bisa lengser setelah ada penggantinya. Kalao belum ad apengganti nanti tidak diperkenankan oleh aturan jika ada jabatan kosong.”Indartarto

Bupati menambahkan, demo pewarta ini merupakan pengalaman bagi OPD lain dan Bupati sendiri. Untuk itu OPD dan dirinya  bisa memperbaiki komunikasi yang baik lagi kedepannya dengan pewarta.

“Kami sejak awal tulung komunikasi dengan para wartawan karena mereka itu mitra kerja yang menyampaikan baik buruk program pemerintahan. Kalau kita gak mampu kalo dicari harus gampang. Kalau saya gak pernah lari dicari wartawan karena justru tidak meluruskan masalah tapi malah tambah beban. Kuncinya  dengan berpikir positif saat kita kerja, maka tidak akan takut bila dicari wartawan. Sehingga komunikasi akan terbuka.”ungkap Indartarto

“Anggaran Covid-19 di Pacitan itu terus terang saya sampaikan gak ada yang digunakan untuk honor, semua anggaran untuk masyarakat. Seperti untuk memenuhi makan saat di isolasi di wisma atlit dan untuk perawatan pengobatan hingga pasien sembuh.  Sejak awal saya mengatakan jangan sampai manfaatkan uang bencana karena itu dosa.”terang Bupati

Editor : Asrinuryani

Blog, Updated at: 16.37
Tuliskan komentar positif Anda di bawah ini
03