Ribuan Anak Di Kabupaten Pacitan Diduga Tidak Sekolah

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Kamis, 12 Maret 2020

Grindulu FM, Pacitan - Hal itu terungkap dalam acara Forum Lintas Perangkat Daerah Tahun 2020 dalam rangka  penyempurnaan rancangan RKPD tahun 2021 di gedung Karya Dharma Rabu, (11/03/2020). Sebagai OPD yang diberi waktu untuk pemaparan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pacitan Daryono, menyampaikaan angka mengejutkan anak putus sekolah di Kabupaten Pacitan ternyata faktanya masih ada.
Acara Forum Lintas Perangkat Daerah di Gedung Karya Dharma
Merilis data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, anak yang diduga tidak sekolah jumlahnya fantastis, mencapai 14.502 anak di Kabupaten Pacitan diduga tidak sekolah.

Dijelaskan Daryono, metode penghitungannya ini diperoleh dari Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) kementrian pendidikan, dapodik di Kementrian Agama dan Dapodik PAUD, dibandingkan dengan data penduduk di pacitan yang ada di disdukcapil usia 5 hingga 18 tahun. “Setelah saya pelajari ternyata pada waktu daftar sekolah di dapodiknya data NIK-nya rata rata salah atau kosong.”Jelas Daryono.

Jadi orang tuanya saat mendaftarkan anaknya sekolah, pada waktu mendata, NIK-nya salah, sehingga besar kemungkinan 14.502 anak diduga tidak sekolah ini, karena tidak dicovernya NIK di DAPODIK dan Disdukcapil.
Terkait data dugaan 14.502 anak di kabupaten pacitan tidak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pacitan memastikan nama-nama, yakni by name by address 14.502 anak itu di sekolah mana, lalu dikoordinasikan dengan Disdukcapil untuk diperbaiki datanya.

“Tugas saya memang mencari anak-anak itu berada di sekolah mana, kita poerbaiki NIK-nya. Otomatis angka di DAPODIK Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan akan berkurang.”tambah Daryono.

Sementara dari hasil pemaparan Dinas Pendidikan tersebut, Kepala Bappeda Pacitan Pamuji menduga, itu karena faktor ekonomi, kenapa mereka tidak sekolah. Maka dari itulah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berkompetensi di bidang perekonomian, didorong untuk meningkatkan ekonomi. Sehingga pendapatan masyarakat naik dengan harapan masalah pelayanan dasar yang masih jadi isu strategis  khususnya dalam bidang pendidikan dimana ditemukan dugaan ribuan anak tidak sekolah bisa terselesaikan.

“Pelayanan dasar harus diselenggarakan dengan baik. Khususnya pendidikan, Kesehatan, Keamanan dan Ketertiban” Karena berhasilnya pemerintahan itu dikatakan jika pelayanan dasar bisa terselenggara dengan baik.”Terang Pamuji.

Reporter  : asrinury

Blog, Updated at: 08.01
Comments
0 Comments