Perahu Patah Dihantam Ombak Tinggi, 1 Nelayan Hilang

Posted by Radio GrinduluFM Pacitan - 104,6 MHz on Jumat, 13 Maret 2020

Grindulu FM, Pacitan -  Cuaca buruk yang melanda sejumlah wilayah di jawatimur termasuk Kabupaten Pacitan memicu tenggelamnya perahu  nelayan yang hendak mencari lobster Kamis, (12/03/2020). Satu nelayan dinyatakan hilang. Sedangkan dua lainnya dikabarkan bisa menyelamatkan diri.

Kecelakaan itu terjadi di perairan teluk Pantai Kasab, Mereka adalah Rari, Slamet dan Yakub. Naas bagi Yakub hingga hari ini Jumat, (13/03/2020) belum bisa ditemukan.

Sejumlah petugas BPBD dibantu TRC, SAR, TNI-POLRI, gabungan Relawan dan Masyarakat setempat yang ada di Kabupaten Pacitan masih melakukan penyusuran.

Disampaikan Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana Harian BPBD Pacitan, penyusuran dilakukan dalam dua metode. Diharapkan dengan metode ini bisa lebih cepat menemukan korban.
Penyusuran Nelayan Hilang oleh TNI-POLRI dan Relawan
foto : Grindulufm-asri
"Kejadiannya di pantai Kasab ada tiga nelayan yang melaut kemudian terkena ombak besar dan perahu patah yang dua bisa menyelamatkan diri. Adapun atas nama Pak Yakub hilang, korban ini bisa berenang juga.” Ujar Didik Alih Wibowo.

Penyusuran masih terus dilakukan untuk mengupayakan ditemukannya jasad korban. Ada dua metode penyusuran yang dilakukan Tegas Didik Alih.  Penyusuran dilaut oleh Basarnas dan Pokwasmas dan penyusuran di darat sepanjang pantai, oleh gabungan relawan yang ada di Kabupaten Pacitan.

Diketahui, korban Yakub nelayan berasal dari Sadeng Paranggupito. Yakub sendiri berdasar identitas data penduduknya berasal dari Dusun Joho Desa Songbanyu, Kecamatan Girisobo Kabupaten Gunungkidul DIY. 

Mereka terguling  bersama perahu yang mereka tumpangi saat mencari ikan.  Perahu tenggelam bersama nelayaan nahas ini.

Informasi yang diperoleh, kejadian ini bermula ketika ketiga nelayan sedang mencari ikan di perairan pantai Kasab. lalu datang gelombang  tinggi sekitar 3 meter menghantam perahunya hingga patah. Ketiga ABK ikut terguling dan tenggelam. Dua lainya bisa menyelamatkan diri, sedangkan satu nelayan hilang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo menghimbau agar nelayan pacitan lebih waspada dan hati-hati dalam melaut, karena diprakirakan hingga tiga hari kedepan cuaca buruk gelombang tinggi hingga capai 2-3 meter.

Reporter  : Asrinury

Blog, Updated at: 13.41
Comments
0 Comments