GrinduluFM Pacitan -Kasus penyakit jantung menjadi salah satu persoalan kesehatan yang mendapat perhatian di Kabupaten Pacitan. Tercatat sekitar 24651 warga Pacitan menjadi pasien penyakit jantung di RSUD dr Darsono sepanjang 2 tahun terakhir.
Jumlah tersebut menempatkan penyakit jantung dalam jajaran lima besar
penyakit yang banyak ditangani di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Total pasien jantung baik itu pasien rawat jalan maupun rawat inap
selama dua tahun terakhir yakni, tahun 2025 dan tahun 2026 terhitung sejak
Januari hingga Agustus total jumlah pasien mencapai 24651 orang,”sebut dr Johan
TP saat dikonfirmasi, Rabu (30/9/2026).
Sejumlah faktor dapat
meningkatkan risiko penyakit jantung, antara lain tekanan darah tinggi,
diabetes, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta
pola makan yang kurang sehat.
“Tahun 2026 ini lima besar penyakit jantung tertinggi Hypertensi Heart
Disease Without (Congestive) Heart Failure sebanyak 275 pasien, disusul
Congestive Heart Failure sebanyak 160 pasien, Atrial Fibrillation and Flutter
107 pasien, Angina Pectoris, Unspecified sebanyak 87 pasien, dan Acute Transmural
Myocardial Infaction of Anterior Wall sejumlah 51 pasien,”ujarnya.
Jika dibanding tahun sebelumnya 2025 ada peningkatan kasus penyakit
jantung pada tahun 2026 berdasar jumlah kunjungan periksa ke RSUD dr Darsono
sebanyak 4637 pasien.
“Tahun 2025 jumlah total pasien jantung mencapai 20014 sedangkan tahun
2026 sejak Januari hingga Agustus sudah capai 24651 pasien,”ungkap dr
Johan.
Sekedar diketahui, jumlah pasien jantung rawat jalan sepanjang tahun
2025 tercatat 9881 pasien adapun rawat inap pasien jantung sebanyak 2654
pasien.
Pada tahun 2026, Januari hingga Agustus capai 10133 pasien jantung
rawat jalan dan pasien rawat inap capai 12116 pasien.
Tanggal 29 September 2026 merupakan Hari Jantung Nasional diharapkan
menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala maupun faktor
risiko penyakit jantung.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala diperlukan, terutama bagi
masyarakat yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit jantung.
Data 24 ribu lebih pasien tersebut juga menjadi gambaran mengenai
besarnya kebutuhan pelayanan kesehatan terkait penyakit jantung di Pacitan.
Rumah sakit dan fasilitas kesehatan dituntut terus memberikan
pelayanan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan dan
pengendalian penyakit jantung.
Masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat, menjaga tekanan darah
dan kadar gula serta kolesterol, tidak merokok, dan melakukan aktivitas fisik
sesuai kondisi kesehatan.
“Dengan jumlah pasien yang mencapai puluhan ribu, penyakit jantung
menjadi salah satu tantangan kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama di
Kabupaten Pacitan,”tutup dr Johan Tri Putranto.
Reporter:Asri

