GrinduluFM Pacitan - Pemerintah Daerah bergerak cepat menghadapi dampak kemarau yang mulai memicu kesulitan air bersih di sejumlah wilayah.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menegaskan verifikasi lokasi
terdampak harus segera dituntaskan agar bantuan air bersih dapat langsung
disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati menilai persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebagai
masalah biasa. Ditengah kemarau, ketersediaan air menyangkut kebutuhan dasar
dan menyentuh langsung kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Verifikasi harus tapi jangan terlalu lama karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,”tegas Bupati.
Sebagai pemangku wilayah lanjut Bupati, Camat dan Kades harus memahami betul kondisi wilayah dan kebutuhan warganya. Bahkan, jika memang semua upaya maksimal yang dilakukan Pemerintah Kabupaten masih kurang maka tidak ada selahnya jika melibatkan pihak ketiga (swasta). Hanya saja harus tetap dalam koordinasi dan kendali Pemkab.“Hasil verifikasi tersebut akan menjadi dasar pemerintah dalam
menentukan langkah penanganan, termasuk penyaluran bantuan air bersih ke
titik-titik yang benar-benar membutuhkan,”imbuhnya.
Bupati Aji tidak ingin warga menunggu sampai kondisi semakin parah.
Data harus cepat, koordinasi harus jalan dan bantuan harus segera diberikan
kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pesan Bupati jelas jangan tunggu kekeringan semakin parah. Verifikasi
harus cepat kebutuhan harus dipastikan, dan distribusi air bersih harus segera
dilakukan.
Bupati juga menginstruksikan agar koordinasi antar instansi diperkuat
sehingga penanganan dampak kemarau dapat berjalan efektif.
Kondisi kemarau panjang di pacitan tampaknya sudah merember mengancam
pertanian Oleh karena itu sinergitas antar isntansi harus diperkuat dan
disegerakan.
Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisikan Statiun Klimatologi Kelas
II Jawa Timur menyampaikan Prediksi Curah dan sifat hujan September, Oktober,
dan November 2026, terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan dengan kategori 0-20
mm.
Reporter:Asri

