GrinduluFM Pacitan - Memantau harga sembako setiap hari menjadi hal yang tak boleh diabaikan.
Berdasarkan
pantauan pedagang, harga cabai rawit yang sebelumnya berada pada kisaran tinggi
kini turun hingga lebih dari 50 persen. Kondisi tersebut disambut baik oleh
konsumen karena dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga, namun disisi lain
menimbulkan kekhawatiran bagi para petani.
Di Pasar Tradisional
Minulyo, Kabupaten Pacitan, harga cabai rawit sebelumnya tidak stabil dan
sempat dijual dengan harga Rp 90 hingga Rp 100 ribu.
Cabai
rawit dan cabai keriting turun drastis pengaruh dari daya beli masyarakat yang
menurun. Hal itu diungkapkan Anung Pedagang Bumbu dapur Pasar Minulyo, Selasa
(23/6).
“Anjlok
hargane cabe rawet. Kalau beline sidikit ecerane seperempat Rp10 ribu tapi
kalau beli skala besar bisa dikasih Rp 8 ribu. Hari ini mulai turun,”ujar Anung
pedagang besar Minulyo.
Justru
yang harganya gila-gilaan sekarang harga berbagai jenis sayur mayur melonjak
tak terkendali. Menurut para pedagang, meningkatnya harga sayur mayur
dikarenakan sudah masuk musim kemarau.
“Keluarga
sayur mayur terjadi pergerakan beragam. Wortel naik 0,39 persen,”imbuhnya.
Para pedagang menyebutkan pasokan cabai rawit yang melimpah menjadi
faktor utama penurunan harga. Selain itu, kondisi cuaca yang mendukung dalam
beberapa bulan terakhir membuat produktivitas tanaman meningkat sehingga hasil
panen bertambah.
Sementara konsumen mengaku terbantu dengan turunnya harga cabai rawet.
“Harga yang lebih murah membuat kebutuhan dapur sehari-hari menjadi
lebih ringan,”tutur Yani.
Reporter:Asri

