Kapolres
Pacitan AKBP Ayub Diponegoro Azhar melalui Kasatreskrim AKP Choirul Maskanan
mengatakan kepolisian masih mengumpulkan bukti termasuk jenis kandungan air
yang disiramkan.
“Belum
bisa dipstikan jenis kandungan air yang disiramkan, masih menunggu hasil
labfor,”katanya.
Fakta
hukum berdasarkan analisis keterangan saksi dan jaringan komunikasi CCTV tidak
ada yang jelas sehingga kecepatan untuk mengungkap pelaku masih sulit.
“Sampai
hari ini kami belum dapat menangkap pelaku,” kata AKP Choirul Maskanan saat
dikonfirmasi, Senin, 18 Mei 2026.
Kasatreskrim
Polres Pacitan AKP Choirul Maskanan, mengatakan hingga saat inipun penyidik
terus melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas pelaku.
Karena
masuk kategori parah serius, penjual tempe korban penyiraman air keras tersebut
dirawat di rumah sakit Jogja.
Menurut
Direktur Utama RSUD dr Darsono Pacitan, dr Johan Tri Putranto, korban
penyiraman air keras tersebut sejak satu hari masuk ke RSUD dr Darsono langsung
dirujuk ke Jogja karena memerlukan dokter spesialis bedah plastik.
“Sejak
sehari masuk RSUD langsung saat itu juga kita rujuk ke Jogja karena melihat
lukanya memerlukan dokter spesialis bedah plastik.”ujar dr Johan Tri Putranto.
Reporter:Asri

