Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pacitan
menyebutkan kasus malaria masih terdeteksi di Tegalombo.
Kepala
Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pacitan, drg Nur
Farida menyebutkan, dua kasus terdeteksi di Tegalombo. Meski kasus tersebut
bukan berasal dari penularan lokal, melainkan kasus impor yang dibawa dari luar
Provinsi.
“Wilayah
endemis masih di Tegalombo. Itu kasus malaria bukan berasal dari penularan
lokal, melainkan kasus impor yang dibawa dari luar kota,”sebut drg Nur Farida saat
dihubungi, Sabtu (25/4/2026).
Warga Pacitan terkenal sebagai daerah pengirim tenaga kerja ke luar
provinsi alias mbalak. Oleh karena itu Dinkes mengingatkan agar warga melakukan
deteksi dini jika baru saja kembali dari daerah endemis malaria.
Nur
Farida menekankan Kabupaten Pacitan beberapa tahun lalu termasuk daerah yang
perlu waspada akan penularan malaria karena warga di Pacitan tidak sedikit yang
menjadi tenaga mblak di luar kota.
Dinas
Kesehatan telah melakukan pemantauan ketat dan tidak menemukan kasus malaria
yang merupakan penularan lokal.
"Sampai
saat ini, hanya ada dua kasus malaria yang dikonfirmasi di Tegalombo, tetapi
itu bukan berasal dari sini,"ujarnya.
Meski
begitu, Dinas Kesehatan mengklaim telah menangangani alert (pencegahan
dini)yang muncul melalui diversifikasi oleh petugas.
Tim
Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan aktif melakukan pemantauan
terhadap pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), memastikan
kesiapsiagaan dan tindakan cepat karena Pacitan pernah menjadi daerah endemis
beberapa tahun sebelumnya.
Penyakit
malaria disebabkan oleh infeksi plasmodium yang ditularkan melalui gigitan
nyamuk Anopheles betina yang beredar pada petang sampai pagi hari.
“Malaria
adalah salah satu penyakit yang mematikan di dunia dan banyak ditemukan di
daerah tropis seperti Indonesia.”tutupnya.
Reporter:Asri

