Gas elpiji 3 kg sering kali menjadi
pilihan utama bagi kalangan masyarakat dengan penghasilan rendah, karena
harganya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan gas non-subsidi. Namun,
kelangkaan gas ini belakangan semakin meningkat dan mulai menimbulkan keresahan
hingga terdengar sampai ke Polres Pacitan.<p>
“Kita langsung cek dan memberikan
pengawasan ketat ke sujumlah pangkalan. Bahkan jika ketahun ada yang menimbun
akan dilakukan penindakan hukum,”ujarnya.<p>
Menanggapi masalah gas lpg 3 kg mulai
sulit didapatkan warga Polres Pacitan kolaborasi dengan Disperindag cek
lapangan, ke SPBE, sub lapangan bahkan hingga pengecer atau warung-warung
penyedia.<p>
“Kalau satu konsumen atau warga itu mau
membeli satu gas kemudian gas habis baru beli lagi, tidak seperti sekarang satu
warga beli lebih dari dua gas maka masalah langka gas tidak bakal terjadi
masalah,”ungkapnya.<p>
Kebiasaan warga kalau jelang lebaran
khawatir toko tidak buka sehingga beli lebih dari dua hal itu bisa menjadi
pemicu juga sulitnya gas melon didapat.
“Kita monitor stok dengan yang di butuhkan
warga konsumen kira-kira berapa bedanya. Selain itu kita koreksi juga pangkalan
yang menerima terlalu banyak. Kira-kira antara barang yang dikirim dengan
habisnya tidak imbang nanti akan kita lidik,”imbuhnya.<p>
Disampaikan Kasat Reskrim AKP Maskanan
dari hasil cek lapangan belum ada indikasi menimbun namun lebih karena setiap
warga pas lebaran ketakutan toko tutup maka mereka belinya lebih dari satu.<p>
“Sebetulnya gas lpg itu sudah ditambah
tapi takutnya saat lebaran tidak ada toko buka sehingga warga belinya lebih
dari satu. Coba kalau satu orang beli lebih dari dua jelas harus ada tambahan
kuota 2 kali lipat. Seandainya warga beli hanya satu tabung tidak akan terjadi
langka apalagi pemerintah sudah menambahkan kuota selama puasa dan lebaran,”tutup
AKP Choirul Maskanan.<p>
Reporter:Asri

